SMKN 6 Akan Buka Dua Kelas Industri

680

SEMARANGPenguatan pendidikan vokasi saat ini coba digenjot oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan menggagas kelas industri. Dua sekolah yang menjadi pilot project kelas industri ini adalah SMK Negeri 6 dan SMK Negeri 7 Semarang. Rencananya, SMKN 6 akan me-launching kelas industri pada Selasa (24/10) hari ini.

Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 6 Semarang, Wihantina Rahayu, mengatakan, rencananya sekolahnya akan membuka dua kelas industri di bidang tata boga dan tata busana. Pihak sekolah sendiri rencananya akan melakukan kerja sama dengan UD Mina Makmur untuk bidang tata boga, dan Pands Collection untuk bidang tata busana.

“Kerja sama ini dilakukan dalam rangka revitalisasi SMK yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, besok (hari ini, Red)  baru akan di-launching,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (23/10) siang.

Diakui, sebelumnya di SMKN 6 Semarang sudah memiliki kelas serupa. Namun saat itu masih di bawah naungan Pemkot Semarang. Dan, setelah diambil alih oleh provinsi, kembali dibentuk kelas industri dalam rangka melakukan revitalisasi SMK. “Kendalanya mungkin kami dulu belum dapat industri yang tepat. Namun kali ini kami menggandeng UD Mina Makmur dan Pands Collection sebagai mitra kami,” bebernya.

Dalam satu kelas industri, lanjut wanita yang akrab disapa Yayuk ini, rencanaya akan diisi oleh 20 siswa. Siswa kelas tersebut  dipilih oleh pihak sekolah dengan sistem seleksi. Sasarannya siswa kelas 11 dan 12 yang memiliki minat dan skill lebih dalam bidang tata boga dan tata busana. “Banyak lulusan kami yang kerja di hotel maupun restoran, namun kami harap selain bekerja, mereka bisa punya modal untuk berwirausaha dengan adanya kelas ini,” tuturnya.

Untuk kurikulum kelas industri ini, jelas dia, pihaknya akan menggunakan kurikulum teaching factory, di mana ruang kelas dibuat sama dengan dunia industri yang dibidangi. Sebelum kelas industri dibuat, staf pengajar dan siswa diberikan pelatihan oleh mitra yang diajak kerja sama.

“Kami juga membeli alat dan bahan, kalau dengan UD Mina Makmur, kami membeli bahan dari sana. Hasil yang dibuat bisa dijual langsung atau dititipkan ke sana lagi. Kalau dengan Pands Collection, kami membuat baju sesuai pola yang diberikan. Sistemnya sama, bisa dijual langsung atau dikembalikan ke tokonya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pilot project kelas industri ini selain di SMKN 6 Semarang, juga di SMKN 7 Semarang dengan bidang berbeda.

Pihak SMKN 7 Semarang kemarin belum bisa memberikan keterangan. Sebab, Kepala SMKN 7 Semarang, Sudharmanto dan bagian humas, tidak berada di tempat.

Terpisah, Kepala SMK Negeri 4 Semarang, Felik yuniarto, mengaku di SMKN 4 Semarang belum memiliki kelas industri. Namun ia mengaku mendapatkan undangan rapat di Solo tiga hari ke depan mulai Selasa (23/10) sampai Kamis (25/10) terkait penyusunan kurikulum kelas industri. “Untuk SMKN 4 Semarang diambil kompetensi bidang Teknik Sepeda Motor dan Elektronika Industri, namun belum tahu terkait kelas industri atau tidak, Mas,” ucapnya.

Sementara itu, untuk memperkuat bidang vokasi, Astra Motor dan PT Astra Honda Motor (AHM) belum lama ini melakukan kerja sama dengan 7 SMK sebagai sekolah binaan Honda. “Total ada 82 SMK Binaan Honda yang ada di seluruh Jawa Tengah, dengan 7 SMK menjadi sekolah percontohan,” kata Kepala Wilayah Astra Motor Jawa Tengah, Yohanes Kurniawan.

Ia menerangkan, sekolah yang menjadi binaan Honda, akan diberikan satu unit sepeda motor lengkap beserta tools dan buku panduan sebagai alat bantu guna keperluan praktik para siswa. Selain itu, Honda juga membantu untuk menyusun kurikulum teknik sepeda motor yang baik, sehingga siswa sekolah binaan bisa menjadi lebih terarah sesuai kebutuhan industri. “Kami harap dengan adanya program ini, baik siswa dan pengajar bisa meningkatkan kompetensinya melalui program binaan yang diberikan,” jelasnya.

Dengan menjadi sekolah binaan, lanjut dia, selain mendapatkan  7 unit motor, lulusan sekolah setempat memiliki kesempatan bekerja di Astra dan didaftarkan untuk mendapatkan beasiswa Polman Astra. “Untuk yang mau langsung bekerja, jaringan Honda jelas siap menampung menyesuaikan kebutuhan,” katanya. (den/mg43/mg45/aro)