Fokus Pembenahan Infrastruktur

292
BAGAN PENGGUNAAN APBDes Derekan 2017
BAGAN PENGGUNAAN APBDes Derekan 2017

UNGARAN – Pembenahan infrastruktur masih menjadi salahsatu fokus Pemerintah Desa (Pemdes) Derekan Kecamatan Pringapus. Kades Derekan Dwi Sulistyo mengungkapkan pembenahan infrastruktur diantaranya pembangunan jalan poros Desa, irigasi, dan pompa sumber air bersih yang dialirkan ke warga.

“Untuk UMKM memang ada, masih kita upayakan untuk lebih berkembang yaitu UMKM pembuatan keripik tempe,” ujar Dwi, Senin (23/10).

KADES DEREKAN DWI SULISTYO (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KADES DEREKAN DWI SULISTYO (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Pembangunan infrastruktur desa, lanjutnya, merupakan fungsi dari Dana Desa (DD). Saat ini, jumlah APBDes Derekan sebesar Rp 1.206.219.000 jumlah tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Desa sebesar Rp 26.400.000, Pendapatan Transfer Rp 1.179.819.000 Melalui APBDes tersebut untuk bidang pelaksanaan pembangunan desa sebesar Rp 778.462.000.

Khusus untuk suplai air bersih yang saat ini sudah dibangun Pemdes, rencanannya akan dialirkan ke rumah-rumah warga. “Itu nanti semacam PDAM modelnya,” katanya.

Namun bagaimana pengelolaannya, pihak Pemdes belum menentukan sebab Peraturan Desa (Perdes) terkait hal itu belum ditetapkan. Dijelaskan Dwi, usaha yang pembangunannnya dibiayai oleh PBDes tersebut dapat berjalan jika sudah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kan. Dimana setelah di BUMDes kan dan dimusyawarahkan dengan masyarakat dan BPD, penyaluran air bersih dapat dilakukan.

Dikatakannya, suplay air bersih saat ini di Desa Derekan sangat dibutuhkan. Pasalnya, saat musim kemarau datang, tidak sedikit dari sumber mata air bersih di Desa tersebut mengering. “Kita berharap nantinya setelah ada Perdesnya itu bisa menjadi sebuah badan usaha yang dikelola oleh masyarakat sendiri,” katanya.

Desa Derekan terdiri dari dua dusun, diantaranya Dusun Derekan Barat dan Dusun Derekan Timur. Dimana jumlah penduduknya mencapai 1600-an jiwa. Selain infrastruktur tersebut, melalui APBDes nanti akan diberikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di rumah-rumah warga.

Masalah sampah, lanjutnya, memang menjadi hal krusial yang segera harus diselesaikan. Perilaku masyarakat yang terkadang masih membuang sampah secara sembarangan akan dapat mengurangi keindahan dan kebersihan Desa.

Apabila kebersihan tidak diperhatikan dikhawatirkan lingungan desa tidak akan sehat dan mudah untuk muncul penyakit. “Karennya kita akan sediakan tempat sampah satu per satu yang nantinya dapat diambil setiap beberapa hari sekali oleh petugas pengambil sampah,” ujarnya. (ewb/bas)