Bupati Minta Petugas Tanggap

366
AKIBAT PUTING BELIUNG : Bupati Batang Wihaji bersama jajaran saat mengunjungi korban angin puting beliung di Wonotunggal Batang (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).
AKIBAT PUTING BELIUNG : Bupati Batang Wihaji bersama jajaran saat mengunjungi korban angin puting beliung di Wonotunggal Batang (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Bupati Batang Wihaji meminta petugas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) tanggap dan cepat dalam mengatasi bencana. Hal itu ditegaskan bupati saat meninjau bencana angin puting beliung yang memporak porandakan sedikitnya 5 rumah dan puluhan pohon cengkeh di Desa Sondong, Kecamatan Wonotunggal, Senin (23/10).

“Petugas BPBD harus tanggap dan cepat untuk penanggulangan bencana apapun di Kabupaten Batang. Untuk itu, bagi petugas atau pemerintah terkait agar lebih tanggap komunikasinya,” kata Bupati Wihaji, saat mengunjungi korban puting beliung, Senin (23/10).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Batang yang bermukim di daeah penggunungan dan lautan, untuk selalu waspada terhadap bencana. Di musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke hujan ini sangat rawan bencana alam. Untuk itu diminta berhati – hati, karena kondisi alam siapapun tidak tahu kapan datangnya musibah.

“Yang paling penting tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan penghijauan serta budayakan hidup bersih dan buang sampah pada tempatnya,” himbaunya.

Bupati berharap masyarakat bisa mendeteksi dini apabila sudah mengetahui akan terjadai musibah bencana alam dengan melapor ke pihak BPBD, maupun pihak kepolisian dan TNI, agar musibah dapat diminimalisir dan dicegah.

“Dengan kondisi seperti ini kami minta semua pihak terutama pemerintah desa agar lebih waspada, segera lapor jika ada hal yang mencurigakan pada alam,” kata Bupati Wihaji.

Pemerintah daerah berharap tidak terjadi bencana apapaun, namun demikian pemerintah sudah mempersiapkan dan bersiap – siap apabila terjadai sesuatu. “Kami juga harapkan Muspika Kecamatan wilayah untuk melapor cepat apabila terjadi musibah bencana,” tandasnya.

Terlebih saat ini, sudah era teknologi canggih dalam komunikasi. Sehingga lapor cepat menjadi kewajiban semua pihak. Agar mempermudah berkoordinasi dan mempercepat dalam menanggulangi musibah bencana.

Untuk musibah yang terjadi di tiga kecamatan Wonotungal, Bandar dan Blado, pemerintah akan segera merapatkan. Juga segera diminta data dari masing – masing kecamatan. Kemudian dari hasil laporan tersebut akan ada langkah – langkah kebijakan pemerintah dalam penaggulanganya.

“Kami akan segera rapat dan koordinasi, nanti kedepan semoga kami segera dapat solusi dan penanganannya segera,” harap Wihaji.

Dari keterangan Kepala Desa Sodong Kecamatan Wonotunggal, Untung mengatakan, pada kejadian angin puting beliung kemarin pada Sabtu (21/10) mengakibatkan banyak rumah yang tertimpa pohon cengkeh dan banyak hewan mati.

“Untuk Desa Sodong yang rumahnya terkena angin ribut sebanyak 32 rumah, 2.000 ayam mati karena kandangnya roboh dan satu warga korban atas nama wariah dengan luka patah tulang tertrimpa kayu kandang ayam,” kata Untung yang bersama Muspika Kecamatan Wonotunggal.

Selain itu ada 5 rumah warga yang roboh tertimpa pohon cengkeh. yaitu rumah Sophiah, Suyekno, rumah Wahidin, rumah Rosean dan Casmali. Akibat kejadian tersebut korban menderita kerugian matrial di total mencapai Rp 8 juta. (han/zal)