RESOLUSI JIHAD: Ribuan santri saat meneriakkan yel-yel NU di sela apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 Temanggung di halaman Gedung Pemuda, kemarin (Ahsan fauzi/radar kedu).
RESOLUSI JIHAD: Ribuan santri saat meneriakkan yel-yel NU di sela apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 Temanggung di halaman Gedung Pemuda, kemarin (Ahsan fauzi/radar kedu).

TEMANGGUNG- Sekitar 15 ribu santri Temanggung memadati halaman Gedung Pemuda Temanggung, kemarin. Mereka mengikuti apel akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 Kabupaten Temanggung. Bupati Temanggung Bambang Sukarno bertindak sebagai inspektur upacara dan Puryawanto (Banser Ansor Temanggung) bertindak sebagai komandan apel.

Apel akbar dikemas layaknya upacara kenegaraan, meskipun para santri dan santriwati tetap mengenakan sarung dan peci atau seragam almamater pondok pesantrennya masing-masing. Selain diikuti santriwan-santriwati dari pondok pesantren (ponpes) se-Temanggung, para ulama, kiai serta siswa-siswi dari lembaga pendidikan Maarif NU, peserta apel juga berasal dari kader badan otonom (banom) NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, juga PMII.

Pembacaan teks Pancasila dipimpin oleh Bupati Bambang Sukarno, petugas pembaca ikrar santri Indonesia oleh Jakfar Shodiq (Sekretaris Lakpesdam NU Temanggung), pembaca amanat PBNU oleh KH Muhammad Furqon atau Gus Furqon (Ketua Tanfidz PCNU Temanggung) dan pembaca teks resolusi jihad oleh KH Yacub Mubarok (Rois Syuriah PCNU Temanggung).

Ketua Tanfidz PCNU Temanggung KH Muhammad Furqon menuturkan, dengan peringatan HSN ini, isi resolusi jihad 22 Oktober 1945 diharapkan bisa menyemai dan memberikan semangat pada para santri sebagaimana yang telah dilakukan oleh pendiri NU KH Hasyim Asyari.

“Santri bisa tetap mencintai NKRI dan bisa memberi kenyamanan untuk lingkungan atau masyarakat. Saya berharap, santri bisa meneladani perjunagan Mbah Hasyim (KH Hasyim Asyari, red),” harapnya.

Rois Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok menuturkan, ia bersama Bupati Temanggung Bambang Sukarno dalam waktu dekat ingin menghadap presiden Joko Widodo untuk menyampaikan dan mengusulkan KH Subchi Parakan Temanggung bisa menjadi pahlawan nasional.

Menurutnya, KH Subchi tidak hanya terkenal di Temanggung dan Indonesia saja, namun juga terkenal sampai Belanda dan Jepang. Beliau merupakan penggerak hebat untuk NKRI, sehingga bisa mengantarkan bangsa dan negara ini ke gerbang kemerdekaan. “Atas jasa dan perjuangannya itu, sudah selayaknya negara memberikan penghargaan. Beliau seorang patriotis, berjuang untuk kedamaian, kenyamanan dan kemerdekaan. Beliau merupakan aset bangsa dan idola kita semua,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno mengaku siap mengawal dan mengantarkan Yacub Mubarok ke Istana negara untuk menghadap presiden. Menurut Bambang, jasa KH Subchi sangat besar untuk bangsa ini, beliau tidak hanya milik Temanggung, bangsa Indonesa, tapi juga dunia internasional.

“Sudah secepatnya, beliau (almarhum KH Subchi) mendapat gelar pahlawan. Dengan momentum Hari Santri tahun ini, saya berharap santri dan warga Temanggung pada umumnya tetap cinta NKRI, setia terhadap pancasila, UUD 1945 dan bhineka tunggal ika,” jelasnya. (san/ton)