Romantisme Bamboo Lighting dan Kabut di Ketep Pass

435
MERIAH : Suasana malam di Ketep Pass dengan hiburan bamboo lighting dan kabut khas pegunungan membuat suasana makin romantis (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu).
MERIAH : Suasana malam di Ketep Pass dengan hiburan bamboo lighting dan kabut khas pegunungan membuat suasana makin romantis (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu).

MUNGKID– Ketep Pass Summit Festival yang digelar di objek wisata gardu pandang Ketep Pass berlangsung meriah. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan wisata yang ada di lereng Merbabu dan Merapi ini, akhir pekan lalu.

Animo masyarakat begitu tinggi saat kegiatan festival dimulai dengan arak-arakan gunungan. Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan prosesi yang diikuti oleh 20 kelompok gunungan.

Di malam harinya, saat puncak acara festival yang menghadirkan even bamboo lighting, animo wisatawan juga cukup besar. Ribuan wisatawan datang memadati area Panca Arga Ketep Pass.

Selama malam, mereka disuguhi uniknya bambu yang diukir indah dengan hiasan lampu. Suasana romantis pun tercipta kala kabut terus melingkupi kawasan Ketep Pass.

Penampilan sejumlah band cukup menghangatkan suasana. Bintang tamu utama musisi etnik Dayak Uyau Moris membuat suasana malam di Ketep Pass semakin romantis.

Terutama kala Uyau menyanyikan lagu terakhir. Seluruh lampu dimatikan dan wisatawan menyalakan lilin serta lampu senter handphone. “Malam ini memang begitu spesial dan kita dari pemerintah merasa sukses menciptakan magnet wisata malam di sini,” papar Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso.

Ia berjanji bakal memperbanyak event pariwisata. Terutama di malam hari. Tujuannya untuk menambah lama waktu tinggal para wisatawan. ”Nanti tahun baru atau tahun depan kita bikin lebih heboh lagi dengan spot foto bamboo lighting-nya bertambah banyak,” katanya.

Salah satu pengunjung Shella yang datang dari Purwokerto menerangkan, festival ini keren dengan perpaduan tempat wisata, seni bambu dan musik berkelas.”Saya jauh-jauh dari Purwokerto tidak menyesal dan rugi datang malam minggu ini, walaupun dengan cuaca dingin namun bisa terobati dengan indahnya tatanan seni bambu tersebut,” katanya.

“Perjalanan panjang dari Jogja menembus kabut tebal menuju Ketep Pass tidaklah sia-sia. Di sini kami dimanjakan dengan suguhan pemandangan bambu ukir dengan cahaya lampu yang menjadikannya sungguh indah. Ditemani hawa dingin dan minuman hangat wedang jahe yang dijajakan oleh stan makanan yang banyak terdapat di sini,” tambah Jovita, wisatawan asal Jogja. (vie/ton)