PECAHKAN BALOK ES: Salah satu pertunjukan keterampilan bala diri yang dibawakan sejumlah santri dalam peringatan HSN di Lapangan Pancasila Salatiga, Minggu (22/10) (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PECAHKAN BALOK ES: Salah satu pertunjukan keterampilan bala diri yang dibawakan sejumlah santri dalam peringatan HSN di Lapangan Pancasila Salatiga, Minggu (22/10) (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SALATIGA- Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tumpah ruah memadati Lapangan Pancasila Salatiga guna mengikuti upacara bendera dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Minggu (22/10). Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Salatiga KH Zaenuri bertindak selaku inspektur upacara.

Dalam pidatonya Zaenuri membacakan sambutan  Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj. “Hari ini santri juga hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar,” kata Zaenuri .

Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoax. “Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga, dan martabat seseorang,” lanjutnya.

Terpisah, puluhan siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan melakukan pendakian gunung Merbabu pada Sabtu (21/10) melalui jalur pendakian Selo, Boyolali. Pendakian ini dilakukan dengan tujuan untuk memotivasi siswa kelas IX menghadapi ujian nasional serta memperingati HSN.

Pendakian diikuti 41 siswa dan 15 pendamping. Jalur pendakian Selo dipilih karena jalur lumayan landai sehingga tidak begitu melelahkan. Pendakian dimulai pada tengah malam yaitu pukul 00.00 WIB dengan menggunakan jasa porter.

Meskipun tidak semua bisa sampai ke Puncak Kenteng Songo yang merupakan puncak tertinggi dari Gunung Merbabu dengan ketinggian 3142 mdpl, seluruh siswa sangat antusias dan bersemangat. Banyak dari siswa yang menghentikan pendakian di sabana gunung Merbabu. Di tempat ini pemandangan sudah tampak sangat indah. Gunung Merapi yang bersebelahan dengan Merbabu pun begitu tampak menawan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dwi Pujiyanto mengatakan, semua peserta baik siswa maupun pendamping dalam kondisi sehat dan selamat dari awal sampai turun kembali ke basecamp. “Mereka sangat menikmati kegiatan tahunan ini,” katanya. (sas/ton)