Madrasah Kuatkan Pendidikan Karakter

485
PNEDIDIKAN KARAKTER: Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding saat menyosialisasikan Perpres No 87 tahun 2017 pada kepala Madrasah Yayasan Al Ma’arif tingkat RA hingga SMA/MA/SMK se-Kabupaten Magelang di Pondok Tingal Borobudur (IST).
PNEDIDIKAN KARAKTER: Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding saat menyosialisasikan Perpres No 87 tahun 2017 pada kepala Madrasah Yayasan Al Ma’arif tingkat RA hingga SMA/MA/SMK se-Kabupaten Magelang di Pondok Tingal Borobudur (IST).

MAGELANG – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter di Dunia Pendidikan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah dijalankan dalam pendidikan di madrasah. Sebab, madrasah selain mendidik secara keilmuan, juga menanamkan karakter agama yang kuat untuk peserta didik.

“Seperti yang diketahui, materi pendidikan yang diajarkan di madrasah-madrasah selain mata pelajaran umum juga mata pelajaran keagamaan. Di mana mata pelajaran keagamaan adalah upaya membentuk karakter anak agar religius, berwawasan, dan mandiri,” kata Anggota Komisi III DPR RI  Abdul Karding Karding usai memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 di hadapan Kepala Madrasah Yayasan Al Ma’arif tingkat RA hingga SMA/MA/SMK se-Kabupaten Magelang di Pondok Tingal Borobudur, Sabtu (21/10).

Karding menjelaskan, PPK sesuai dalam Perpres tersebut dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter. Terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. “PPK ini tujuannya adalah membangun dan menyiapkan generasi muda sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045. Ini juga sebagai bagian dari upaya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM),” jelas politisi PKB tersebut.

Karding mengakui, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah melunturkan serta mengubah karakter generasi muda. Pergeseran teknologi menyebabkan generasi sekarang lebih individual, tidak jujur, mudah terhasut, dan mudah terprovokasi. Generasi muda suka ikut menyebarkan konten yang belum tentu benar, mudah percaya hoax dan sebagainya. Oleh karena itu, ia mengapresiasi guru madrasah yang telah ikut membentuk karakter anak yang religius dan bermartabat.

“Pendidikan dalam madrasah adalah salah satu upaya pembentukan karakter generasi muda yang diharapkan. Untuk itu, madrasah harus tampil dan mampu menampilkan keunggulan mereka,” papar Sekjen DPP PKB tersebut. (cr3/ton)