Usung Modifikasi Street Racing

1767
LEBIH GAYA : Galih Yoga Prasetya dengan mobil BMW E36 323 tahun 1997 dan Abid Saputra Perdana dengan BMW E36 320 tahun 1994 mengusung modifikasi gaya street racing (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LEBIH GAYA : Galih Yoga Prasetya dengan mobil BMW E36 323 tahun 1997 dan Abid Saputra Perdana dengan BMW E36 320 tahun 1994 mengusung modifikasi gaya street racing (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

ALIRAN dan gaya modifikasi untuk mobil Eropa lebih beragam. Seperti dua anggota BMW Car Clubs Indonesia (BMWCCI) chapter Semarang yang sengaja mengubah mobil kesayangannya dengan gaya street racing, sehingga terkesan gaya. Adalah Galih Yoga Prasetya dengan mobil BMW E36 323 tahun 1997 dan Abid Saputra Perdana dengan BMW E36 320 tahun 1994 miliknya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Galih yang akrab disapa Maxx ini mengaku jika perubahan sengaja dilakukan agar mobil miliknya tampil beda. Ia pun melakukan pengecatan ulang bodi mobil dengan warna biru jenis laguna seca. “Untuk interior, mengunakan warna hitam. Plus aksen di eksterior sehingga mobil ini bisa disebut Laguna Seca on Black,” katanya.

Tidak tanggung-tanggung, ia juga mengubah bumber depan dan belakang, side skrit dan eibar depan belakang. Selain itu, ia menggunakan spion milik BMW jenis M3, dan menggunakan spoiler, molding Mtech, serta difuser M Tech. “Warna mesin diubah menjadi orange, per menggunakan merek eibach dan shock breaker bielstein agar mobil keliatan lebih ceper,” jelasnya.

Masalah mesin, Maxx masih percaya dengan mesin standart bawaan pabrik yang dianggap sudah mempunyai tenaga yang mumpuni karena mobil miliknya menggunakan tipe mesein M52. Bagian lampu depan, Maxx melengkapi dengan lampu jenis angle eye denga warna warm white agar nampak lebih garang. “Masin masih standart, hanya menggunakan dastech dan open filter KNN. Sementara gas buang atau knalpot menggunakan merk Einsmen,” bebernya.

Bagian kaki-kaki, ia menggunakan velg DTM Finn dengan ukuran 17 inchi yang dibungkus dengan ban Accelera ukuran 224-45. Sementara ubahan pada interior, Maxx menggunakan setir Mtceh, dengan door handle milik M3 Euro, paduan jok kulit berwana hitam. “Untuk audio menggunakan Roxford dengan ampli Simetrix,” ucapnya.

Gaya yang sama juga diusung Abid untuk BMW miliknya yang memiliki basic mesin M50. Abid pun melakukan pengecatan ulang dengan warna abu-abu atau battleship grey. “Untuk interior menggunakan warna beige, jadi bisa disebut paduan Battleship Grey on Beige,” akunya.

Beda dengan Maxx, Abid melakukan beberapa ubahan untuk mobil kesayanganya di bagian mesin. Ia menggunakan stroker kit MST 2600, open filter Simota milik E 36, race chip stage 3, wizard fire yang berguna untuk stabilisasi arus, camshaft milik M54, dan menggunakan exhause einsmen two inlet x-pipe.

“Sesuai konsep, mobil ini juga asyik diajak ngebut, tanpa menghilangkan kenyamanan mobil khas Eropa. Selain itu, saya juga melakukan penggantian coller radiator yang menggunakan tipe elektrik,” jelasnya.

Untuk mempertegas kesan racing, Abid menggunakan body kit M Tech, sementara bagian bodi belakang menggunakan wings merek LTW. Kaki-kaki ia mengggunakan loweing kits beilstein dan shock breaker beilstein. “Velg menggunakan DTM Fin ring 17 warna merah. Sementara interior masih menggunakan interior standart berwana cream, hanya mengubah bagian kemudi dengan OMP drift celong,” pungkasnya. (den/ida)