Budayakan Taat Bayar Pajak

115
KIRAB BUDAYA: Kades Sraten berfoto dalam acara kirab budaya yang menampilkan potensi setiap RT dan RW, termasuk hasil UMKM di wilayah Desa Sraten (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KIRAB BUDAYA: Kades Sraten berfoto dalam acara kirab budaya yang menampilkan potensi setiap RT dan RW, termasuk hasil UMKM di wilayah Desa Sraten (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

TUNTANG – Desa Sraten Kecamatan Tuntang menjadi salah satu Desa yang memberikan perhatian penuh pada urusan pajak. Sebab, pajak dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan untuk menggerakkan roda pemerintahan dan pembangunan.

Kepala Desa Sraten, Rokhmad mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat pembayaran pajak di Desa ini dapat berjalan dengan tertib. Salah satunya adalah dengan memberlakukan sistem reward and punishment kepada perangkat Desa untuk bisa menarik pajak dari warga.

”Sehingga para perangkat juga terdorong untuk kerja keras dalam upaya menertibkan pajak. Perangkat desa harus kerja, tidak boleh tidur,” kata Rokhmad kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tidak tanggung-tanggung pemerintah desa juga selalu mengingatkan warga setiap kali mereka melakukan pelayanan untuk selalu tertib pajak. ”Pokoknya kita harus berani. Karena dengan pajak ini kegiatan pemerintahan juga akan berjalan dengan lancar,” jelas Kades yang berprinsip yen wani ojo wedi-wedi, yen wedi ojo wani-wani ini.

Kades Sraten : Rokhmad
Kades Sraten : Rokhmad

Atas upaya ini, Desa Sraten selalu menjadi desa di kecamatan Tuntang yang selalu lunas pajak. Selain pajak, dikatakan oleh Rokhmad, pendapatan lain yang juga sangat mempengaruhi jalannya pemerintahan maupun pembangunan Desa adalah pendapatan dari BUMDes. Mengenai BUMDes, Desa ini sudah memiliki embrio di setiap RW dalam hal pengolahan air bersih. Embrio ini, nantinya kan dikembangkan lagi agar bisa menjadi lebih besar, sehingga mampu menopang seluruh kebutuhan warga masyarakat Desa Sraten.

Satu dari sekian unit usaha BUMDes yang juga tengah dikembangkan Desa Sraten adalah kampung air dengan air terjun buatan. Kampung air ini akan dijadikan destinasi wisata sehingga dapat menarik pengunjung untuk datang.

Destinasi wisata ini, rencananya akan diserahkan kepada para pemuda pemuda desa dalam hal pengelolaannya. Hal ini sekaligus sebagai upaya pemerintah desa untuk menghindarkan pada pemuda dari segala bentuk kenalakan.

”Biar mereka fokus mengelola kampung air ini, sehingga tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Semoga ke depan kita bisa mandiri dengan BUMDes ini. Semoga bersama-sama kita bisa memperjuangkan hak masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan,” pungkasnya. (cr4/bas)