Tiga “Pembunuh” Dibebaskan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

SEMARANG-Perjuangan tiga warga Semarang dalam mencari keadilan berbuah manis. Ketiganya adalah Aji Santoso, Nor Alam, dan Reza Sescar Prakoso, dalam kasus itu ketiganya sempat mendekam di jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Semarang, karena sempat didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang telah melakukan pencurian dan pembunuhan terhadap nenek Suyati ,59, warga Plombokan, Semarang.

Namun dalam kasasi di Mahkamah Agung (MA), majelis hakim yang memeriksa perkara itu dipimpin Artidjo Alkostar menilai bahwa putusan PN Semarang yang menyatakan para terdakwa tidak terbukti bersalah, telah didasarkan pada pertimbangan yang tepat dan benar atas seluruh fakta yang terungkap dalam persidangan.

Majelis MA dalam pertimbangannya juga mengatakan, dari seluruh keterangan saksi yang merupakan alat bukti sah, yang telah diajukan JPU ke persidangan, tidak satupun yang mendengar sendiri, mengetahui sendiri, mengalami sendiri dan melihat sendiri perbuatan tersebut, sehingga tidak cukup alat bukti yang dapat membuktikan bahwa para terdakwalah pelaku tindak pidana sebagaimana dakwaan JPU.

Putusan kasasi MA tersebut diketahui dari salinan yang diterima ketiga terdakwa melalui kuasa hukumnya, Edo Bagus Artandy dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Semarang, kemudian dijelaskan kepada Koran ini, Jumat (201/10).

Edo mengatakan, hal menarik dari putusan MA disebutkan bahwa, meskipun para saksi penyidik dari Polrestabes Semarang yaitu Sugeng, Sigit Sutrisno, dan Dhika Rakawira menerangkan bahwa ketiganya adalah pelaku dari tindak pidana. Sedangkan MA menilai, keterangan para saksi tersebut harus dikesampingkan karena keterangan mereka merupakan keterangan de auditu, yaitu keterangan yang diperoleh dari cerita atau keterangan para terdakwa.

“Apalagi keterangan tersebut diperoleh dengan cara memaksa dan menyiksa para terdakwa, yaitu memukuli para terdakwa ketika mereka menjawab tidak tahu,” sebutnya.

Sementara itu, ketiga terdakwa diwakili Aji Santoso langsung merasa senang.  Pihaknya menyayangkan, masih ada aparat penegak hukum yang mengejar pengakuan tersangka bahkan memaksakan pengakuan tersangka dengan melakukan tindak kekerasan baik psikis maupun fisik. “Kami sangat senang mendengar putusan itu,” kata ketiganya kepada kuasa hukumnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -