SOSIALISASI: Tim PMI Kota Magelang memaparkan kualitas darah yang dihasilkannya dalam seminar Red Cross One Day Seminar di Hotel Atria Kamis (19/10) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).
SOSIALISASI: Tim PMI Kota Magelang memaparkan kualitas darah yang dihasilkannya dalam seminar Red Cross One Day Seminar di Hotel Atria Kamis (19/10) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).

MAGELANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Magelang dalam mencukupi kebutuhan darah berkualitas telah menerapkan metode apheresis dan leukodepleted. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan darah yang berkualitas sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala UTD PMI Kota Magelang, dr Bramantyo Angga K, dalam seminar Red Cross One Day Seminar  dengan tema “Towards Patient Safety: Leukodepleted Blood and Apheresis”, Kamis (19/10) di Hotel Atria, menjelaskan, apheresis adalah rangkaian proses pengambilan darah dari donor.

Pemisahan komponen darah dengan proses sentrifugasi, pengambilan komponen darah yang dibutuhkan dan pengembalian komponen darah lain ke dalam tubuh pendonor.

Sementara leukodepleted, menurut Bramantyo, merupakan produk darah yang telah melalui proses filtrasi leukosit sebelumnya, sehingga diperoleh produk akhir berupa darah miskin leukosit.

“Darah miskin leukosit ini dinilai lebih berkualitas dan aman dibanding darah konvensional. Lebih aman, karena sel darah putih disaring, sehingga tidak ikut masuk ke dalam tubuh pasien saat transfusi. Miskinnya leukosit dapat mengurangi infeksi dan reaksi transfusi pada pasien,” jelas Bramantyo.

Ketua PMI Kota Magelang, H Sukardi menjelaskan, per September 2017 lalu, pihaknya mulai menerapkan alat dan metode apheresis dengan nama prosedur filter leukodepleted. (cr3/lis)