Perkuat Penjualan, Mitsubishi Buka Dealer Baru

863
KENDARAAN KELUARGA : Salah seorang model tengah memamerkan kendaraan Mitsubishi Xpander yang baru saja diluncurkan untuk bersaing dengan kendaraan small MPV di kelasnya (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).
KENDARAAN KELUARGA : Salah seorang model tengah memamerkan kendaraan Mitsubishi Xpander yang baru saja diluncurkan untuk bersaing dengan kendaraan small MPV di kelasnya (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Persaingan ketat di dunia otomotif membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) paska keluarnya Mitsubishi Xpander, membuat pihak MKKSI mengembangkan jaringan dealer khusus mobil penumpang di Semarang,  dengan meresmikan diler PT Borobudur Oto Mobil (BOM) di Jalan Urip Sumoharjo, Wonosari, Kota Semarang, Kamis (19/10) siang kemarin.

Director of Salses and Marketing MKKSI, Iwan Kuncoro mengatakan dengan ekspansi dealer ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Saat ini di Semarang, memiliki 4 dealer kendaraan penumpang dari total 98 diler yang tersebar di Indonesia. “Tagetnya kami akan terus mengembangkan sampai 142 dealer, dengan bertambahnya dealer ini adalah langkah kami melakukan ekspansi ke tengah masyarakat dengan produk line up yang kami miliki,” katanya kemarin.

Ia menerangkan, selain Semarangm rencananya MKKSI akan mengembangkan diler di area strategis seperti di Purwokerto, Tegal, Boyolali, Jogjakarta, dan Magelang untuk mendukung penjualan produk Mitsubishi dan menambah market share untuk produk-produk line up Mitsubishi. “Saat ini salah New Pajero menjadi market leader, dengan kontribusi 51 persen di Jateng. Kami Harap dengan Expander dan pengembangan diler, akan terus naik di produk-produk yang lainnya,” ujarnya.

Khusus Xpander, lanjut dia, saat ini sudah ada sekitar 27 ribu surat pemesanan kendaraan (SPK) secara nasional. Sementara untuk area Jawa Tengah, inden atau SPK mencapai 1.700 unit khusus untuk Xpander. Khusus Semarang, indennya mencapai 800 unit. “Dari angka nasional, kontribusi Jateng mencapai 5,9 persen. Semantara kontribusi Semarang untuk wilayah Jateng, menacapai 50 persen,” tuturnya. (den/zal)