Pazaarseni Angkat Karya Seniman Semarang

416
APRESIASI SENI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau salah satu stan Pazaarseni 2017 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (20/10) (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
APRESIASI SENI : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau salah satu stan Pazaarseni 2017 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (20/10) (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG—Kegiatan seni berkaitan erat dengan pariwisata. Bila kegiatan seni di Semarang berkembang dan mampu mendatangkan wisatawan, diharapkan bisa turut mengangkat nama seniman-seniman yang berkarya di Kota Semarang.

“Semakin banyak event pariwisata, tentu akan mengangkat teman-teman seni. Mereka bisa menjual souvenir (dari karya-karya mereka),” tutur Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di sela pembukaan Pazaarseni 2017 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Jumat (20/10) sore.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini mengapresiasi terselenggaranya Pazaarseni yang menjadi ajang pameran dan jual beli karya-karya seni. Tak hanya karya seniman Semarang, dari luar kota pun turut serta. “Mereka juga bisa silaturahmi, tukar pendapat agar bisa menciptakan karya seni yang baik,” jelasnya.

Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Handry TM menjelaskan, selain pameran, sejumlah kegiatan seni juga digelar di Pazaarseni. Seperti pembacaan puisi, musik keroncong, klinik melukis tato di media kain, Festival Melukis Payung Kertas, pemutaran film dan lainnya.

Penulis novel dan puisi Yudhistira ANM Massardi, Sabtu (21/10) malam ini akan tampil membacakan puisi-puisnya dengan tema ‘Perjalanan Luka Cinta’. Sementara Minggu (22/10) pukul 10.00, giliran puluhan penyair Semarang dan kota lain yang tampil di panggung Pazaarseni 2017, di bawah koordinasi Bengkel Sastra Taman Maluku. (ton/zal)