Kesepian, Ayah Hamili Putri Kandung

1408
MALU: Mistar, kakek 3 cucu yang menghamili putri kandungnya sendiri, ditangkap petugas Polres Temanggung (ISTIMEWA).
MALU: Mistar, kakek 3 cucu yang menghamili putri kandungnya sendiri, ditangkap petugas Polres Temanggung (ISTIMEWA).

TEMANGGUNG— Polres Temanggung menahan seorang warga yang tega menghamili anaknya sendiri. Pria yang dimaksud adalah Mistar, 56, kakek bercucu tiga. Ia mencabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil empat bulan. Yang membuat miris, anak kandung pelaku memiliki keterbelakangan mental.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mewakili Kapolres AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, terbongkarnya aib ini setelah korban hamil 4 bulan. Mulanya, kakak korban, curiga pada perubahan tubuh Min, 15, sang adik. Perut Min mulai membesar. Min pun dibawa ke bidan desa. Setelah diperiksa, bidan desa menyatakan bahwa Min hamil 4 bulan.

Kasus itu pun dilaporkan keluarga Min ke Polres Temanggung, tepatnya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres. Hasil penyelidikan, mengarah kepada Mistar, sang pelaku pencabulan, yang berstatus ayah kandung Min. “Pelaku mengakui perbuatannya,” kata Henny saat jumpa pers, di Polres Temanggung, Jum’at (20/10) kemarin.

Henny membeber, pencabulan kali pertama dilakukan pada Mei 2017, sekitar pukul 23.00. Malam itu, Mistar mengaku terangsang melihat anaknya yang sedang terlelap tidur di dalam kamar. Ia lantas memaksa Min untuk melayani nafsu bejatnya. Perbuatan bejat itu pun dilakukan sebanyak lima kali.

Apa pembelaan Mistar? Dengan wajah tertunduk, ia mengaku khilaf. “Saya menyesal, Pak,” ucapnya, lirih. Toh, nasi sudah menjadi bubur. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mistar bercerita, sejak istrinya meninggal dunia lima tahun lalu, ia kerap melampiaskan hasrat seksualnya di lokalisasi. Namun, satu tahun terakhir, ia berhenti mengunjungi lokalisasi. Ia memutuskan untuk mencabuli anak kandungnya sendiri.

Polisi menjerat pria bejat itu dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 76 D jo pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan pidana paling lama 15 tahun, ditambah 1/3 karena pada perkara pelaku merupakan orang tua korban. Juga denda paling banyak Rp 5 miliar.

Kasus ini menghebohkan warga Temanggung. Sejumlah warga meminta Mistar dihukum seberat-beratya. Yanto, 34, warga Kranggan, Temanggung meminta hakim memvonis tersangka dengan hukuman maksimal. Ia mengaku tak habis pikir dengan perbuatan Mistar yang tega menggauli anaknya sendiri. “Seperti bukan manusia. Apalagi, si anak memiliki keterbelakangan mental,” kutuknya.

Hal senada dikatakan Fauzi, 36, warga Pare, Temanggung. Fauzi berpendapat, sebagai orang tua, seharusnya Mister melindungi Min, anak kandungnya yang memiliki keterbelakangan mental. “Bukan malah menjadikan korban sebagai budak seksnya.”

Sejumlah warga lainnya justru mengaku kasihan jika Min melahirkan. Selain karena mengalami keterbelakangan mental, juga anak yang nantinya dilahirkan akan mengalami beban psikologis. (jpg/san/isk)