Gagas Program Rojak, Antarkan Kemirirejo sebagai Kelurahan Teraman

Aiptu Titi Sayekti, Bhabinkamtibmas Berprestasi di Kelurahan Kemirirejo

45
POLWAN TELADAN: Aiptu Titi Sayekti bersiap keliling wilayah binaannya, Jumat (20/10) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).
POLWAN TELADAN: Aiptu Titi Sayekti bersiap keliling wilayah binaannya, Jumat (20/10) kemarin (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU).

Tujuh tahun menjadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Kemirirejo, Aiptu Titi Sayekti, melakukan berbagai terobosan menarik. Atas prestasinya, Titi menerima anugerah langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

SOSOKNYA sederhana, namun penuh wibawa. Polwan satu ini rajin berpatroli keliling Kemirirejo, dengan motor dinasnya yang mencakup sembilan wilayah RW. Pandangan matanya tak pernah lepas dari pengamatan lingkungan. Sesekali berhenti, mengecek situasi kampung, sembari bertanya dan menyapa warga yang dijumpainya. Yang membanggakan, Titi satu-satunya Bhabinkamtibmas perempuan di wilayah Magelang Raya. Toh, inovasinya patut diacungi jempol.

Yang paling menonjol, ia menggagas program Rojak. Sebuah akronim dari Ronda pada Jam Kerja. “Rojak kami gagas untuk mengantisipasi terjadinya pencurian di siang hari, saat penghuni rumah tengah bekerja atau mengantar jemput anak,” kata Titi, Jumat (20/10) kemarin, kepada sejumlah jurnalis di Polres Magelang Kota.

Program Rojak digerakkan bersama ibu-ibu rumah tangga. Tepatnya, ibu-ibu PKK. “Kami berupaya meningkatkan pengamanan di siang hari, karena beberapa waktu lalu, sempat terjadi pencurian saat jam kerja.” Pencuri memanfaatkan momentum rumah dalam kondisi kosong.

Bagaimana penerapan program Rojak? “Sistemnya door to door,” kata Titi. Antaribu rumah tangga, lanjut Titi, saling mengingatkan keamanan rumah masing-masing. Dalam setiap regu, ada empat ibu rumah tangga yang bertugas keliling kompleks. “Biasanya, mulai sekitar pukul 10.00. Setelah ibu-ibu selesai masak atau kegiatan lain. Sejauh ini, respons masyarakat sangat positif,” ucapnya.

Program Rojak pun menuai apresiasi positif. Beberapa waktu lalu, Kelurahan Kemiriejo masuk kategori kelurahan teraman di Jawa Tengah. Toh,Titi tetap rendah hati. Ia berujar, “Prestasi yang diraih tentu bukan kontribusi saya semata. Ini semua berkat bantuan dan kerjasama dengan Kasi Trantib (Satpol PP), Babinsa (TNI) dan tentunya masyarakat setempat.” Padahal, di luar itu, Kemirirejo menyabet juara harapan satu dari Polda Jateng.

Sebagai Bhabinkamtibmas, Titi memastikan, 24 jam penuh, telepon genggamnya tidak pernah off. Ia siap menerima aduan kapan saja. Hal itu membuat Titi dekat dengan warga Kemirirejo. “Karena ini sudah menjadi tugas saya, bagaimana caranya, persoalan bisa diselesaikan dengan baik-baik, secara kekeluargaan, tanpa harus sampai ke kantor polisi. Jadi, pendekatan persuasif harus saya lakukan.”

Meski tugasnya tergolong berat, toh perempuan kelahiran 31 Agustus 1962 itu, mengaku tetap nyaman melakoni tugasnya. Satu sisi, dengan masa pengabdian yang tinggal tersisa sekitar tiga tahun lagi, Titi mengaku berat meninggalkan tugasnya. “Apalagi, setelah menyelesaikan pendidikan alih golongan nanti, saya pasti tidak jadi Bhabinkamtibmas lagi. Banyak warga yang mengeluhkan, tapi, ya mau bagaimana.”

Berkat pengabdian dan prestasinya, Titi baru saja menerima penghargaan polisi teladan tingkat Polda Jawa Tengah. Ia lantas dikirim ke Mabes Polri, untuk menerima anugerah langsung dari Jenderal Tito Karnavian. Bersama 45 personel lainnya—dua di antaranya berasal dari unsur TNI—Jenderal Tito memberikan penghargaan kepada Aiptu Titi Sayekti pada September 2017 lalu. Kesempatan untuk mengikuti pendidikan alih golongan pun didapatnya. (agus.hadianto/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here