Bupati Batang Wacanakan Jalan Satu Arah

478
BAKAL SATU ARAH: Salah satu jalan di Kabupaten Batang yaitu jalan A Yani yang dibidik dijadikan jalan satu arah untuk menunjang kemajuan wilayah Batang (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BAKAL SATU ARAH: Salah satu jalan di Kabupaten Batang yaitu jalan A Yani yang dibidik dijadikan jalan satu arah untuk menunjang kemajuan wilayah Batang (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG – Bupati Batang Wihaji memiliki wacana mengenalkan lingkungan kota Batang dengan jalan satu arah. Karena dengan jalan satu arah, masyarakat luar daerah bisa lebih melihat ruas jalan di Batang, sehingga bisa mengenal dan mengetahui kota Batang lebih lama lagi. Selain itu, adanya jalan satu arah merupakan salah satu indikator sebagai daerah atau kota maju.

Dalam penilaian Wahana Tata Nugraha untuk penilaian Kota yang maju salah satunya juga menggunakan jalan satu arah. Namun harus ada kajian Amdal lalulintas, karena penentuan jalan satu arah harus dengan Peraturan Bupati.

Karena menurut Wihaji dengan kondisi sekarang jalan yang dua arah, membuat arus di sektar Kota Batang mudah dilewati. Sehingga jika masyarakat luar daerah lewat hanya merasakan lima menit di kota Batang, beda jika ada jalan satu arah, karena bisa lebih lama, sehingga lebih mengenal dan mengetahui Kota Batang. “Bisanya warga luar kota lewat Batang hanya 5 menit cukup, kalau ada jalan satu arah pasti akan lebih lama, sehingga lebih kenal,” ucap Bupati, Jumat (20/10).

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, penerapan jalan satu arah di Kota Batang yang di wacanakan Bupati Batang Wihaji masih memerlukan proses yang panjang, karena harus melalui proses kajian manajemen lalu lintas sesuai dengan aturan bersama Satuan Polisi Lalulintas Polres Batang.“Untuk wacana jalan satu arah yang akan kita lakukan di dalam kota harus ada kajian analisi dampak lingkungan Lalulintas,” ucapnya.

Karena menurut Wahyu, tidak hanya dari segi jalurnya saja, tetapi juga harus dihitung berapa jumlah kendaraan yang lewat, tingkat kesulitan dan risiko dan antisipasinya yang ini merupakan salah satu syarat. Namun, wacana tersebut menurutnya tetap harus ditanggapi dengan serius, dengan kajian yang detail, karena pihaknya tidak ingin wacana tersebut bisa menimbulkan masalah sosial di masyarakat.

“Pengaturan atau manajemen lalu lintas memang ada beberapa tujuan baik secara ekonomi dan tujuan secara sosial. Dan kalau memang pengaturan lalu lintas nantinya akan menguntungkan,  tentunya kita akan memberikan masukan kepada Bupati berdasarkan data, fakta dan kajian,” jelasnya.

Wacana Bupati Batang menerapkan jalan satu arah menurutnya sangat bagus, karena bertujuan agar masyarakat luar Batang  yang melintas di Batang bisa lebih mengenal Kota Batang dan memajukan kota Batang, karena penerapan jalan satu arah juga sudah di terapkan di daerah lainnya.

“Wacana ini akan kita persiapkan sambil melengkapi persyaratan sebelum di terapkan, melihat dampak dan resiko yang harus kita penuhi karena tidak melibatkan Dinas Perhubungan saja tetapi juga Dinas Pekerjaan Umum juga harus menyiapkan jalanya dan sarana prasarana jalannya. Sehingga nantinya dampaknya tidak berkepanjangan seperti macet.” Kata Wahyu Budi Santoso

Di jelaskan juga oleh Wahyu Budi Santoso, secara aturan penerapan jalur satu arah harus berkoordinasi dengan kewenangan pemilik jalannya. Seperti  jalan nasional harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Pusat, kalau jalan Provinsi harus berkordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi.

“Jalan satu arah memang dulu di kota Batang pernah di terapkan seperti Jalan Kartini, jalan A Yani dan Jalan Diponegoro dan Jalan Raden Patah dan Jalan Brigjen Katamso tapi karena trobel dan belum ada solusi kecenderungan masyarakat untuk melanggar, sehingga kita buka lagi,” tandasya. (han/bas)