Berdasarkan laporan masyarakat, masih ada beberapa juru parkir yang bekerja seenaknya sendiri dan tidak memberikan karcis kepada pengguna tempat parkir.

Adhi Suprapto

Kepala Dishub Kota Salatiga

SALATIGA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga memproyeksikan kenaikan pendapatan retribusi sektor parkir pada tahun anggaran 2018. Namun kenaikan hanya berkisar Rp 125 juta, atau dari target 2017 senilai Rp 1,2 miliar atau menjadi Rp 1,325 miliar. Adanya kenaikan proyeksi pendapatan tersebut didasarkan pada penambahan 25 titik parkir baru.

“Puluhan titik parkir baru tersebut berada di dua lokasi. Yakni kompleks pertokoan Makutarama Jalan A Yani dan Taman Kota Salatiga di Bendosari, Kumpulrejo, Argomulyo,” terang Kepala Dishub Kota Salatiga Adhi Suprapto kepada wartawan.

Guna mendukung peningkatan pendapatan retribusi parkir, Dishub akan mengoptimalkan pendapatan di titik parkir yang potensi pendapatannya tinggi seperti di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, Dishub juga akan mengoptimalkan kinerja juru parkir serta pelayanan.

“Kami akan menertibkan juru parkir yang tidak taat aturan. Berdasarkan laporan masyarakat, masih ada beberapa juru parkir yang bekerja seenaknya sendiri dan tidak memberikan karcis kepada pengguna tempat parkir. Jika tidak ditertibkan bisa menimbulkan potensi kebocoran retribusi parkir,” ujarnya.

Sementara terpisah, Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistyo menyatakan, kenaikan target tersebut tidak lebih hanya untuk memenuhi ‘syarat’, yakni lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pandangan politisi PDIP tersebut didasarkan dengan kenaikan target yang tidak sebanding dengan bertambahnya kendaraan baru di Salatiga.

“Berapa coba kenaikan kalau dihitung perhari? Padahal jumlah kendaraan baru di kota Salatiga mencapai ribuan dan mereka pasti memanfaatkan jasa parkir,” cetus Teddy saat berbincang dengan wartawan. Menurutnya, saat ini butuh inovasi dari para pejabat untuk bisa memajukan Kota Salatiga. (sas/ton)