MULAI LANGKA : Kepala Desa Kalibeji akan budidayakan Jebubug (sejenis umbi-umbian) yang mulai dilupakan masyarakat (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MULAI LANGKA : Kepala Desa Kalibeji akan budidayakan Jebubug (sejenis umbi-umbian) yang mulai dilupakan masyarakat (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

TUNTANG – Desa Kalibeji akan budidayakan tanaman yang buahnya dikenal dengan sebutan Jebubug. Tanaman ini merupakan tanaman lokal asli yang mulai dilupakan masyarakat.

Kepala Desa Kalibeji, Ngatman mengatakan, sebenarnya tanaman ini bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena hampir sama dengan tanaman kentang. Namun, oleh masyarakat tanaman ini dipandang sebelah mata. Bahkan warga akan memangkas tanaman ini jika tumbuh di halaman karena dinilai tidak ada gunanya.”Padahal ini bisa dimanfaatkan untuk kuliner khas. Nanti ke depan akan kami arahkan untuk jadi keripik atau makanan lainnya khas Kalibeji,” ujar Ngatman kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dirinya memang masih sebatas akan membudidayakan bersama perangkat sebelum mengajak warga untuk turut serta. Sebab, menurutnya warga tidak akan mudah diajak budidaya sebelum melihat bukti manfaatnya.”Warga kan biasanya pengen tau hasilnya dulu. Kalau berhasil, sudah pasti akan ikut,” jelas Kades yang menceritakan bahwa dalam satu pohon tanaman ini bisa memiliki banyak buah.

Tidak hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan. Pangkal tanaman ini, atau umbinya dapat pula dikonsumsi dan rasanya tak kalah enak dari buahnya.”Kalau umbinya namanya oblo. itu juga bisa dimanfaatkan. Jadi satu pohon ini banyak manfaatnya. Sayangnya orang sekarang sudah pada melupakan. Makanya ini saya kenalkan lagi. Biar tanaman lokal sini tidak punah,” jelasnya.

Pembudidayaan tanaman ini, kata dia, akan dilakukan di lahan Desa. Ia menjelaskan, tanaman ini harus ditanam di dekat pohon keras sebagai media rambatan. Selain itu, bisa juga ditanam dengan membuatkannya anjang-anjang.”Intinya nanti akan kami dorong untuk jadi kuliner khas. Kalau ketela dan singkong kan sudah biasa,” tegasnya.

Dirinya berharap, ketika warga sudah mulai kembali mengenal, secara bersama-sama bisa mengembangkan tanaman ini menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi. Sehingga, selain nguri-nguri tanaman lokal, sekaligus menambah pendapatan warga Desa Kalibeji. (cr4/bas)