KEBUMEN—Gelombang tinggi yang terjadi di laut selatan, membuat nelayan waswas. Satu perahu nelayan bahkan sudah menjadi korban. Yakni, kapal Ngudi Rejeki yang ditumpangi empat nelayan asal Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Perahu tenggelam setelah dihantam oleh gelombang tinggi di perairan laut Logending, Kecamatan Ayah. Amirudin, seorang nelayan, menuturkan, mulanya kapal hendak mendarat di pantai, di dekat TPI Jetis. “Di belakang, saya ada nelayan Jetis yang juga hendak mendarat. Tiba-tiba ada ombak besar,” kata Amirudin, kemarin. Nah, ketika perahu hendak sampai ke tepi laut, kecepatan mesin perahu tidak sanggup menghindari ombak besar. Akibatnya, perahu terhantam ombak dan tenggelam.

Nelayan dibantu Tim SAR yang berada di sekitar lokasi, segera mengevakuasi perahu yang tenggelam. Sebelum peristiwa tersebut, kata Amirudin, di tengah laut juga ada nelayan yang mengalami hal serupa dan bisa diselamatkan. Kata dia, gelombang laut sedang tidak bersahabat. “Angin bertiup kencang.” Gelombang tinggi terjadi di atas pukul 12.00 hingga sore hari. (jpg/isk)