Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT.. Bagaimana sebaiknya kita berdoa ? Apakah doa diucapkan dengan suara keras, dan bahkan dengan menggunakan pengeras suara, ataukah cukup dilakukan dalam hati? Mohon jawaban dan penjelasannya pak kiai. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullah
Ilma Rufaidah, 083115313xxx di Semarang
Jawaban :
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Saudari Ilma Rufaidah di Semarang yang saya hormati dan juga dimuliakan oleh Allah. Terimakasih atas pertanyaan saudari. Sebagaimana sahabat Nabi SAW bertanya kepada Beliau, “ Apakah Tuhan kita dekat sehingga kita bermohon kepada-Nya dngan suara berbisik ataukah jauh sehingga kita menyeru-Nya dengan suara nyaring?” Alquran turut menjawab mereka, Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah bahwa) Aku dekat. Kuperkenankan doa yang bermohon bila dia bermohon kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah [2]: 186).
Dalam satu riwayat dikemukakan bahwa sahabat Nabi, Abu Bakar, berdoa dengan suara yang terdengar sayup dengan alasan “Allah mengetahu hajatku,” sedangkan ‘Umar berdoa dengan suara keras sambil berkata, “Aku mengusir setan dan membangunkan orang yang mengantuk atau tidur.” Lalu turunlah ayat berikut ini: Janganlah mengeraskan suaramu dalam salat atau doa dan janganlah juga mengeraskan suaramu dalam salat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya. (QS. Al-Isra’ [17]: 110).
Nabi kemdian berpesan kepada Abu Bakar agar menambah sedikit volume suaranya dan berpesan kepada ‘Umar agar merendahkan suaranya. Karena itu, jika doa dilakukan bersama di hadapan orang banyak, maka tidak ada halangan untuk menggunakan pengeras suara dengan tujuan memperdengarkan doa kepada hadirin dan bukan untuk menyentakkan orang yang ngantuk atau membangunkan orang yang tidur. Akan tetapi, jika doa dilakukan sendiri, maka hendaknya doanya didengar oleh telinga orang yang berdoa dan bukan sekadar melintaskan ucapan dalam hati.
Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/zal)