WISATA BACA: Sejumlah siswa sedang mengunjungi Perpustakaan Kota Salatiga (DOK DHINAR SASANGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
WISATA BACA: Sejumlah siswa sedang mengunjungi Perpustakaan Kota Salatiga (DOK DHINAR SASANGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SALATIGA – Ribuan buku koleksi milik Perpustakaan Daerah (Perpusda) mengalami kerusakan. Sayangnya, upaya perbaikan koleksi itu tidak didukung dana yang memadai.

Anggaran perbaikan dan perawatan buku koleksi hanya tersedia Rp 10 juta. Jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan manfaat yang disediakan dan dirasakan masyarakat Salatiga dengan adanya Perpustakaan daerah. Rata – rata setiap hari ada 1.000 pengunjung yang datang ke perpustakaan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Salatiga Agus Hari Supomo menyatakan, pihaknya tetap berusaha maksimal agar bisa merawat seluruh buku dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Setidaknya ada 40 ribu lebih koleksi buku dan semua harus dirawat secara berkala, baik dengan penyemprotan antijamur sampai dengan perawatan fisik jika ada buku yang rusak,” jelas Agus.

Buku yang rusak, kebanyakan berasal dari perpustakaan keliling. Pasalnya, pembaca yang dituju oleh perpustakaan mobile adalah siswa SD. Mereka sering berebut membaca buku. Saat mengembalikan di rak juga seringkali dipaksa untuk diselipkan di tempat yang sudah sesak.

“Akibatnya ada kesobekan atau jilid lepas. Hal itu membutuhkan perawatan ekstra, terlebih untuk buku yang tebal,” jelas pria berambut putih ini.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan menyiapkan tempat untuk menaruh buku yang sudah selesai dibaca. Nantinya, petugas yang akan menata kembali buku sesuai dengan kategorinya masing – masing.

Pelayanan lain yang tak kalah menarik yakni di sekitar gedung Perpusda sekarang sudah mulai berdiri fasilitas penunjang. Mulai dari musala, kantin, halaman parkir motor dan mobil yang luas, taman dan air mancur, sampai 7 gasebo yang bisa digunakan pengunjung.

“Perpus juga bisa untuk tempat rekreasi seperti bisa wifi-an di taman,” jelas Septa, salah satu pengunjung Perpusda yang kala itu sedang mencari buku. Ia merasa pemerintah sangat memperhatikan kemajuan Perpusda Salatiga. (sas/ton)