MAGELANG-Sementara itu dari Kabupaten Magelang dilaporkan, petugas Satlantas Polres Magelang terpaksa mengamankan seorang sopir taksi online Grab, untuk menghindari amukan sopir taksi konvensional di Mertoyudan. Kejadiannya sekitar pukul 12.00, Kamis (19/10) kemarin.

Agus, sopir taksi konvensional melihat dengan mata kepala sendiri, Grab menaikkan penumpang di depan mal. “Padahal, itu seharusnya menjadi penumpang kami,” kata Agus saat berada di Pos Lantas Mertoyudan,

Sebagai bentuk protes, Agus berusaha mengejar sopir Grab. Setelah berhasil dihentikan, STNK taksi online diminta oleh sopir taksi konvensional. Selanjutnya mereka menuju Pos Lantas Mertoyudan. “Kami hanya menyerahkan kepada pihak kepolisian agar sopir Grab diberi peringatan,” kata Agus.

Agus mengaku, peristiwa seperti itu kerap terjadi. Ia hanya berharap, aturan main transportasi online lebih diperjelas. “Kalau memang perkembangan zaman ini semakin maju, seperti online, ya monggo. Tapi aturan main juga harus diikuti. Jangan menang-menangan sendiri.”

Aturan dari Dinas Perhubungan sendiri, kata Agus, sudah jelas bahwa mobil angkutan umum wajib berplat kuning dan diatur kuotanya. Setelah diperingatkan oleh pihak Satlantas, sopir Grab berjanji untuk tidak mengulangi beroperasi di kawasan taksi konvensional. (jpg/isk)