Tiga Belas Partai Daftar ke KPU

411
DAFTAR PEMILU: Pengurus DPD Partai Golkar Kota Salatiga saat menyerahkan berkas pendaftaran calon peserta pemilu 2019 ke KPU Salatiga, Senin (16/10) (Stevan Krisna Setyawan/Jawa Pos Radar Semarang).
DAFTAR PEMILU: Pengurus DPD Partai Golkar Kota Salatiga saat menyerahkan berkas pendaftaran calon peserta pemilu 2019 ke KPU Salatiga, Senin (16/10) (Stevan Krisna Setyawan/Jawa Pos Radar Semarang).

SALATIGA – Hingga penutupan partai politik peserta pemilu 2019, hingga Selasa (17/10) pukul 00.00 sudah ada tiga belas partai politik yang mendaftar verifikasi. Dari tiga belas parpol itu, di antaranya merupakan parpol baru yaitu Partai Berkarya dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

Sisanya parpol peserta pemilu 2014. Namun ada beberapa partai yang sudah lama dikenal eksis di Salatiga namun tidak mendaftar seperti Partai Hanura dan PKPI. Selain itu juga ada Partai Idaman disebutkan belum mendaftar verifikasi parpol di KPU Salatiga.

Menurut data di kantor KPU Kota Salatiga, parpol yang sudah mendatar yaitu Perindo, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PAN, Nasdem, Partai Berkarya, Partai Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PKB, PBB  dan partai Garuda.

“Data parpol yang ada di KPU berasal dari Kesbangpol. Sehingga sebelumnya semua pengurus parpol kita undang dan diberikan sosialisasi mengenai pendaftaran ini. Namun juga ada partai yang belum melalui Kesbangpol namun langsung ke KPU,” ujar komisioner KPU Kota Salatiga Syaemuri Albab, kemarin siang.

Ketua KPU Putnawati menambahkan, semua partai politik tingkat kota atau kabupaten yang akan maju di Pemilu 2019 memang seyogyanya mendaftar ke KPUD setempat. “Setelah mendaftar berkas kita verifikasi administratif. Kalau partai lama (peserta pemilu 2014) tidak kita verifikasi faktual (lapangan) yang kita verifikasi lapangan partai baru saja. Kita cocokkan dengan fakta di lapangan,” ujarnya.

Dijelaskan dia, pendaftaran parpol di kota kabupaten terkoneksi atau berhubungan langsung dengan KPU pusat dalam sistem informasi politik (Sipol). Dimana parpol yang akan mendaftar ke kota atau kabupaten, harus membawa bukti berupa unduhan dari sipol berupa susunan pengurus, daftar nama dan sebagainya. Jadi saat mendaftar, parpol di daerah harus terlebih dahulu mengunduh ke sipol, kemudian diprint out dan diserahkan ke KPUD sebagai syarat pendaftaran.

Untuk selanjutnya, bukti unduhan dari sipol itu oleh KPUD diteliti dan dilakukan verifikasi faktual, terkait dengan kebenaran nama-nama yang duduk sebagai pengurus (keanggotaan), alamat kesekretariatan dan sebagainya.

Syaemuri menambahkan, verifikasi faktual itu diperuntukkan bagi
partai politik baru. Salah satu contohnya mencari orang yang duduk di kepengurusan partai,  dicocokkan e-KTPnya  apakah sudah sesuai dengan
yang ada di data  atau tidak. “ Kartu tanda anggota (KTA), juga apakah sesuai dengan namanya tidak, dan sebagainya,” pungkasnya. (sas/lis)