Rob Rendam Jalan Pesisir Morodemak

Tiap Hari Puluhan Mesin Motor Ngadat

766
BANJIR : Kendaraan becak motor (bentor) melintas di jalan raya menuju Pelabuhan Morodemak Kecamatan Bonang yang terendam rob (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BANJIR : Kendaraan becak motor (bentor) melintas di jalan raya menuju Pelabuhan Morodemak Kecamatan Bonang yang terendam rob (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Banjir rob menjadi pemandangan sehari hari di Pesisir Morodemak Bonang. Selain merendam areal pertambakan, juga membanjiri akses jalan ke pelabuhan ikan. Setidaknya jalan tiga desa di Kecamatan Bonang terendam rob. Seperti Desa Morodemak, Margolinduk dan Purworejo.

Keluhan adanya air rob ini di antaranya disampaikan Muhammad, warga setempat. Menurutnya, jalan di Desa Purworejo selalu kebanjiran setiap hari. “Desa kami mayoritas nelayan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, tidak cukup sehingga banyak yang bekerja di pabrik. Tapi, saat berangkat kerja, akses jalan terendam rob. Mesin sepeda motor banyak yang ngadat (mati). Padahal, sepeda motor kami masih mengangsur atau kredit,” katanya.

Menurutnya, biaya angsuran dibayar dengan gaji dari pabrik yang relatif kecil. Dia menambahkan, warga yang bekerja di pabrik rata rata memakai motor matik dan setiap hari motor selalu terkena air rob. “Ada 56 teman yang bermotor. Dari jumlah itu, 43 di antaranya mesinnya mati karena sepul magnetnya rusak terkena rob. Untuk membeli sepul magnet satu paket, harganya mahal buat kami,” ujarnya.

Karyawan Pelabuhan Morodemak Bonang, Untung Romdon mengatakan bahwa rob terjadi tiap hari. Meski demikian, waktu terjadinya rob tidak menentu. “Kadang pagi, siang, bahkan malam hari. Sepeda motor banyak yang mesinnya ngadat. Motor saya terpaksa dinaikkan perahu tambang,” katanya, kemarin. (hib/ida)