Polda Dalami Dugaan Perdagangan Manusia

389

SLEMAN— Terbongkarnya praktik prostitusi yang melibatkan perempuan di bawah umur, terus didalami oleh Polda DIY. Untuk diketahui, polisi telah mengamankan seorang pemilik salon bernama Harys, 32, warga Sleman. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium) Polda DIY menduga, terjadi trafficking atau perdagangan manusia pada kasus tersebut.

“Ya, ada dugaan mengarah ke sana juga (trafficking-red) di luar prostitusi dengan melibatkan gadis di bawah umur,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo. Untuk itu, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut.

Dugaan terjadinya perdagangan manusia, beber Kombes Hadi Utomo, karena pihaknya  memiliki bukti awal, terjadinya tindak kejahatan tersebut. Korban berinisial A, 15 tahun. Meski A sudah menuruti keinginan tersangka untuk melayani pria hidung belang, toh tersangka juga sempat menawarkan korban kepada konsumsen salon. Tersangka, lanjut Kombes Hadi, terbukti mempekerjakan dan memaksa anak di bawah umur untuk melakukan perbuatan asusila. “Ada unsur trafficking-nya,” tegas Hadi.

Korban A  sudah beberapa bulan bekerja di salon milik Harys.  Awalnya, A diminta untuk melayani pijat dan creambath. Yang terjadi, korban justru dieksploitasi. Padahal, korban masih di bawah umur. Oleh tersangka, korban diminta berhubungan intim dengan tamu salon. Korban sendiri tercatat masih siswa kelas IX SMP. Ia bekerja di salon milik tersangka pada malam hari.

Korban diminta melayani tamu untuk berhubungan badan. Ironisnys, setiap melakukan pijat plus-plus, korban hanya mendapatkan upah Rp 10 ribu dari tersangka. Padahal, sekali pijat, tamu membayar  Rp 160 ribu. Sejatinya, korban selalu berontak saat melayani tamu. ”Korban selalu dimarahi tersangka kalau tidak mau melayani tamu,” kata Kombes Hadi. Saat menangkap tersangka di salon miliknya, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Selain 45 biji kondom, juga pelumas, dan tisu. Polisi  juga menemukan empat botol anggur merah. (jpg/isk)