Bebaskan, Ada Celah Analisis Putusan

270

SEMARANG-Terkait putusan bebas yang dijatuhkan majelis hakim yang dipimpin Sigit Heriyanto terhadap tiga terdakwa kasus dugaan pemalsuan atau memberikan keterangan menyesatkan dalam perjanjian jaminan fidusia yang dilakukan di PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang. Menurut Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia masih ada celah untuk menganalisis putusan, hal itu disampaikan Komisiomer KY, Jaja Ahmad Jayus menanggapi putusan tersebut disela-sela kegiatan lokakarya, Rabu (18/10)

“Kalau masalah isi putusan itu upaya hukum bisa banding maupun kasasi, jadi KY maupun MA nggak ada kewengan. Tapi kami (KY,red) bisa menganalisis terkait putusannya, apakah putusan itu ada pelanggaran kode etik atau tidak, kalau memang ada bisa diproses, nanti kalau ada pelanggarannya, terlebih dahulu memeriksa hakimnya,” kata Jaja Ahmad Jayus kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dalam kasus tersebut, sebelumnya JPU menuntut ketiganya dengan vonis berbeda-beda, tuntutan tertinggi dijatuhkan ke bos CV Zentrum (sekarang sudah pailit) Tjan Wen Hung dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Kemudian bos CV Lancar Motor (showroom mobil) Setiyono Raharjo dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan.

Terakhir Kepala Kantor Perwakilan PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang EC. Erny Novita dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Namun dalam putusannya ketiganya dibebaskan majelis hakim dari semua dakwaan jaksa, hakim juga meminta memulihkan harkat dan martabat dan hak-hak para terdakwa.

“Jadi kalau dalam perkara itu tidak terbukti normatifnya memang bisa bebas. Kalau unsur tindak pidananya tidak terpenuhi,”sebut Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY RI ini.

Menurutnya, kasus tersebut bisa saja dikategorikan yudisial murni, sehingga jaksa bisa kasasi di Mahkamah Agung (MA). Untuk lebih jelasnya, ia mengaku perlu terlebih dahulu membaca dan memeriksa perkara kasus tersebut. Ia juga mengaku perkara pidana terkadang lepas dari perhatiannya.

“Kalau pertimbangan-pertimbangan itu di yudisial murni, tapi kalau teknis masalahnya mencolok bisa direkomendasi ke MA. MA biasanya menyampaikan periksa bersama dengan KY,”ungkapnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Jateng Sugeng Riyadi memastikan menempuh kasasi dalam kasus itu. Secara lebih jelas ia menganggap kasusnya, sesuai yang di dakwakan dan dituntut jaksa pada sidang sebelumnya.

“Kami jelas ajukan kasasi. Semua masih sesuai yang didakwakan dan dituntut jaksa,” katanya singkat. (jks/zal)