KELAS DUNIA : Masjid Agung Jawa Tengah tidak hanya menjadi masjid untuk beribadah, tapi dikembangkan menjai destinasi wisata religius bertaraf internasional (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KELAS DUNIA : Masjid Agung Jawa Tengah tidak hanya menjadi masjid untuk beribadah, tapi dikembangkan menjai destinasi wisata religius bertaraf internasional (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tak hanya ditahbiskan sebagai pusat Islam nusantara, namun kini dikembangkan menjadi Little Makkah. Dengan begitu, masjid kebanggan orang Jawa Tegah ini akan menjadi destinasi wisata bertaraf internasional. Setiap orang yang datang, akan merasa berada di kota suci Makkah.

Meski baru sekarang direalisasikan sebagai Little Makkah, menurut Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT, Noor Ahmad, ide tersebut sudah ada sejak 2004 lalu melalui berbagai diskusi. “Kami segera meminta izin kepada Pak Wali Kota Hendrar Prihadi dalam membangun Little Makkah,” katanya.

Yang perlu disiapkan dalam membangun Little Makkah, kata Noor Ahmad, di antaranya membuat miniatur kabah, pusat perdagangan yang menjajakan pakaian model Timur Tengah, kuliner khas Timur Tengah, perlengkapan haji dan oleh-oleh haji, dan lainnya. “Dengan tersedianya infrastruktur yang mendukung, orang datang bisa sekaligus berbelanja, berwisata termasuk bisa kuliner yang serba Timur Tengah. Makanya, kawasannya juga dikemas menjadi seperti di Timur Tengah. Bisa jadi nanti akan disediakan hewan onta,” katanya.

Dijelaskan, selama ini MAJT dibangun mirip dengan Masjid di Makkah, tarawihnya seperti di Makkah, imamnya seperti di Makkah, dan Adzannya pun seperti di Makkah. “Kini tinggal melengkapi yang lainnya. Lahan yang disiapkan adalah sekitar enam hektare milik masjid,” tandasnya.

Rencana awal, imbuhnya, pengelola melakukan penataan kawasan diawali dengan pengurugan tanah. Menydiakan jalan masuk masjid dari Jalan Soekarno Hatta, kemudian dari Jalan Jolotundo. “Jika kelengkapan bangunan tersebut sudah jadi, maka pengunjung yang datang akan dapat menikmati kuliner Timur Tengah dan menikmati suasana seperti di Makkah maupun Madinah,” katanya.

Sedangkan Kepala Sekretariat MAJT, Fatquri Busaeri mengatakan bahwa saat ini MAJT telah menjadi destinasi wisata bertaraf internasional. Berdasarkan catatannya, sudah banyak wisatawan dari berbagai belahan di dunia yang datang berkunjung. Di antaranya, dari Timur Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, dan Eropa. “Bahkan kami kerap menemukan uang infaq berupa dolar dan ringgit,” katanya.

Selain membangun kawasan Little Makkah, jelasnya, MAJT saat ini sedang mempersiapkan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional untuk fakir miskin secara gratis di atas lahan seluas enam hektare. Selain itu, akan dilakukan pengembangan kawasan bisnis di lahan seluas enam hektare. (ida)