SEMARANG–PT Phapros Tbk terus menggenjot penjualan obat generik yang merupakan penopang utama penjualan. Hal ini sebagai upaya untuk menembus target hingga akhir tahun 2017 ini.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Barokah Sri Utami mengatakan bahwa laba bersih PT Phapros, Tbk pada semester I mencapai Rp 35, 3 miliar atau tumbuh sebesar 24 persen bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan peningkatan penjualan. Dimana selama semester satu lalu, penjualan meningkat sebesar 8 persen,” ujarnya, kemarin.

Pertumbuhan penjualan tersebut terjadi di semua portofolio produk obat Phapros, baik obat jual bebas (OTC), obat generik, maupun etikal. Pertumbuhan penjualan terbesar ada pada produk etikal sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan secara keseluruhan, obat generik masih menjadi penopang penjualan produk Phapros. Selama semester I lalu, obat generik menyumbang 50 persen dari total penjualan.

Namun begitu, meski ada pertumbuhan, realisasi laba semester satu lalu baru mencapai 37 persen dari total target tahun ini yang sejumlah Rp 100 miliar. “Meski baru 37 persen, kami optimistis target tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.

Adapun aksi perusahaan yang akan dilakukan untuk mengejar target tahun ini adalah dengan menggenjot penjualan obat generik yang sudah dimenangkan Phapros lewat e-catalog yang realisasi pada semester I/2017 masih rendah.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan LKPP pada pada awal Maret lalu, tahun ini Phapros kembali berhasil memenangkan tender e-catalogue. Ada 41 obat generik yang dimenangkan Phapros dengan total nilai mencapai Rp498 miliar atau sekitar 16 persen dari keseluruhan nilai omzet yang ditawarkan e-catalogue yang mencapai lebih dari Rp 3 triliun. “Jumlah ini naik sebesar 83 persen dari total nilai yang kami dapatkan pada saat lelang e-catalogue tahun 2016 lalu,” ujarnya. (dna/ida)