Efektivitas Tambahan Jam Pelajaran Bagi Siswa

33
Oleh: Dian Maghfur SPdI
Oleh: Dian Maghfur SPdI

TAMBAHAN-jam pelajaran bagi siswa di kelas khususnya tingkatan kelas akhir seolah menjadi kewajiban. Begitu pun di kelas 6 madrasah ibtidaiyah (MI) atau sekolah dasar. Sudah tidak aneh lagi jika bapak atau ibu guru memberikan jam tambahan untuk siswanya guna menyongsong pelaksanaan ujian nasional (unas).

Ujian nasional walaupun sekarang ditingkatan sekolah dasar sudah dihilangkan, dan namanya juga diganti dengan ujian sekolah atau madrasah (US/UM), tetapi aura ujian nasional sampai sekarang masih terasa. Banyak sekolah yang berlomba-lomba untuk mendapatkan peringkat teratas dari sekolah lainnya. Sehingga tidak sedikit sekolah yang menekankan mata pelajaran yang hanya diujiankan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Untuk mendapatkan nilai yang baik, pihak sekolah memberikan tambahan jam pelajaran. Ada yang dilaksanakan setelah jam pelajaran, sekitar pukul 13.00 sampai pukul 14.00. Ada juga beberapa sekolah atau madrasah yang melaksanakannya mulai pukul 16.00 sampai 17.00. Itu artinya siswa pulang dulu dan berangkat lagi sorenya.

Pihak orang tua pun ada yang punya inisiatif untuk menyuruh anaknya ikut les privat. Ada yang masuk bimbel yang sudah terkenal, ada yang les privat dengan guru kelasnya sendiri (walaupun ada peraturan yang melarang), atau les privat dengan tetangganya. Itu semua dilakukan demi anaknya bisa mendapatkan nilai yang baik sehingga bisa masuk ke sekolah lanjutkan favorit (sesuai keinginannya).

Melihat fenomena seperti itu, penulis berpikir apakah jam pelajaran (khusus kelas 6) yang dirancang oleh pemangku kebijakan sudah sesuai? Yang bagi pribadi penulis, bisa sesuai bisa juga tidak. Penulis katakan seperti itu, karena sesuai apabila anak sudah menguasai benar materi di kelas bawahnya. Padahal materi pelajaran di kelas 6 rata-rata mengulang di kelas sebelumnya, tapi walaupun begitu juga banyak yang belum diajarkan. Sehingga rata-rata materi pelajaran harus disampaikan ulang dengan penekanan sesuai pada kisi-kisi soal ujian.

Guna memberikan tambahan pembelajaran, bila anak mendapat jam pelajaran dari sekolah bagi penulis itu juga bagus. Tapi harus disiapkan mental untuk pulang lebih lama demi mendapat materi yang lebih banyak. Harus juga membawa bekal yang cukup untuk makan siang, itu jika jam tambahannya dilakukan langsung setelah pembelajaran normal tersebut.

Bila tambahan pembelajarannya melalui privatkan itu juga baik, karena pembelajaran klasikal dengan 30 sampai 40 siswa dalam satu sekelas tidak akan seefektif bila dengan kelas kecil (walau juga mempertimbangkan kecerdasan anak). Itu jika dibandingkan dengan 2 atau 3 anak saat berada di tempat les privat. Artinya, guru lebih mengetahui kelemahan atau bahkan kelebihan anak jika ditelateni satu persatu. Hal itu juga dipengaruhi kecepatan anak dalam menangkap materi pelajaran yang diajarkan. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here