Buaya Nyaris Terkam Warga

35
SERANG BALIK: Buaya Luk Ulo yang berusaha ditangkap warga, justru berbalik menyerang warga, Selasa (17/10) kemarin, di areal persawahan di wilayah Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen (ISTIMEWA).
SERANG BALIK: Buaya Luk Ulo yang berusaha ditangkap warga, justru berbalik menyerang warga, Selasa (17/10) kemarin, di areal persawahan di wilayah Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen (ISTIMEWA).

KEBUMEN-Jujur Ari Ahmad, 24, warga Dusun Pagak, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, tak henti-hentinya mengucap syukur. Ia bersyukur, masih hidup sampai saat ini. Ya, Jujur baru saja lolos dari maut. Ia nyaris jadi makanan empuk buaya besar, ketika mencari ikan di pinggir kali Luk Ulo, pada Selasa (17/10) pagi kemarin. Pagi itu, ia berniat mencari ikan. Jujur berharap akan mendapatkan ikan berlimpah, karena banjir yang meluber, membuat ikan-ikan besar terbawa arus, akibat meluapnya Sungai Luk Ulo.

Di pinggir Luk Ulo, mata Jujur tertuju pada gumpalan daging besar yang muncul di permukaan. Tadinya, ia mengira gumpalan besar bersisik itu adalah biawak. Sebab, selain ikan, kali yang masih banyak rawa-rawanya itu juga dikenal banyak biawaknya. “Nah, airnya kan masih menggenang, kelihatan bagian kepalanya. Saya kira itu biawak. Ketika saya pegang, malah menganga mulutnya, ternyata buaya,” ucap Jujur.

Begitu tahu buaya akan menerkamnya, Jujur spontan lari, terbirit-birit. “Saya lari sekencang-kencangnya,” tutur Jujur. Ia lantas menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada warga desa lain. Dalam sekejap, warga desa berkumpul.

Mereka berniat menangkap buaya. Alasan warga, lebih baik buaya itu ditangkap terlebih dahulu, daripada membuat masyarakat desa waswas. Toh, sebelumnya, warga kerap melihat penampakan buaya itu wara-wiri di sungai. Maka, sejumlah pria membuat alat untuk menangkap buaya. Cukup sederhana. Hanya bambu panjang yang ujungnya diberi lilitan tambang, sebagai perangkap untuk menjerat leher buaya.

Belasan warga lantas menuju lokasi kemunculan buaya, di areal persawahan yang tergenang banjir. Dan benar. Warga melihat buaya itu. Maka, dipancinglah kemarahan buaya, dengan menyodok moncong binatang buas itu. Merasa terusik, buaya murka. Mulutnya menganga. Sebaliknya, jerat tambang dari bambu yang dibawa warga, ternyata tidak mampu melilit leher buaya. Yang terjadi, warga berhamburan. Lari kocar-kacir. Buaya menjadi semakin beringas, berlari ke arah semak-semak, mengejar warga. Setelah itu, buaya masuk Luk Ulo.

“Buaya muncul di area persawahan Pedana Lor Desa Kedungwuningun,” kata Syaiful, warga setempat. Akibat kemunculan buaya Luk Ulo, warga berharap Pemkab Kebumen segera bertindak agar buaya tidak meneror warga. Sebab, warga percaya buaya sepanjang 5 meter itu masih berada di areal persawahan warga. Kemunculan buaya karena luapan Sungai Luk Ulo.

Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, mengimbau agar warga sekitar tidak menangani sendiri kemunculan buaya. Polisi dan warga sekitar masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. “Setelah mendapatkan laporan dari warga, kami langsung meluncur ke lokasi.” (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here