SENAM SEHAT : Ratusan peserta Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Cancer Cafe Community (ICCC), nampak antusias menirukan senam sehat oleh instruktur senam (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).
SENAM SEHAT : Ratusan peserta Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Cancer Cafe Community (ICCC), nampak antusias menirukan senam sehat oleh instruktur senam (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Tingkat kepedulian masyarakat terutama kaum hawa terhadap kanker payudara dinilai masih rendah. Pasalnya wanita baru sadar terkena kanker payudara ketika sudah menginjak stadium akut sehingga masa penyembuhannya cenderung lama.

 “Untuk pengobatan pasien kanker ini, dapat dilakukan dengan kemoterapi, operasi dan radiologi. Sayangnya, sebagian besar penderita kanker datang berobat sudah dalam keadaan parah atau stadium lanjut,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr Darwito usai acara Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Cancer Cafe Community (ICCC), di Bulan Peduli Kanker Payudara (Pinky Day) di Wisma Perdamaian, kemarin.

Darito menerangkan, kanker biasanya menyerang 8 wanita dari 100 wanita yang ada. Bahkan menurut dia, jumlah penderita kanker payudara yang berobat di RSUP dr Kariadi cukup banyak. Sementara data dari Sistem Informasi Rumah Sakit seluruh Indonesia tahun 2007, pasien kanker payudara menempati urutan pertama sebesar 16,85 persen.

“Fakta ini harus diantisipasi dengan melakukan deteksi sejak dini terhadap gejala terjadinya kanker payudara,” ucapnya.

Kepala Kalbe Ethical Customer Care PT Kalbe Farma TBK, Agnes Wiraraharja mengatakan KECC sengaja digelar sebagai wadah berupa informasi, dan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya kanker. Pihak Kable pun secara konsisten untuk turut serta memerangi kanker payudara.

“Acara ini diikuti sekitar 300 orang yang terdiri dari pasien, survivor kanker dan pemerhati kanker payudara sebagai sarana memberikan edukasi kepada khalayak luas,” bebernya.

Apalagi dari fakta yang ada di lapangan, para wanita belum begiu peduli terhadap pencegahan kanker payudara dengan alasan merasa sehat dan tidak memiliki riwayat kanker.

“Fase awal kanker tidak menunjukkan gejala sama sekali, baru di stadium akut akan terasa. Untuk itu kami ingin menggugah kesadaran masyarakat tehadap pecegahan kanker payudara,” pungkasnya. (den/zal)