Pertajam Garda Usaha Produktif

21
BUKA KANTOR CABANG: Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional III Jateng-DIY Hendra Yuheri (kedua dari kanan), Dirut Bank Jateng Supriyatno (paling kanan) saat potong pita sebagai tanda dibukanya kantor Bank Jateng Capem Mertoyudan, Senin (16/10) (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
BUKA KANTOR CABANG: Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional III Jateng-DIY Hendra Yuheri (kedua dari kanan), Dirut Bank Jateng Supriyatno (paling kanan) saat potong pita sebagai tanda dibukanya kantor Bank Jateng Capem Mertoyudan, Senin (16/10) (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG—Bank Jateng kembali membuka Kantor Cabang Pembantu (Capem) baru di wilayah Magelang. Kali ini, di Kecamatan Mertoyudan. Secara simbolis, peresmian dilakukan oleh Dirut Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional III Jateng-DIY, Hendra Yuheri dan Asisten Administasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana mewakili Bupati Magelang Zainal Arifin. Juga oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno, Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang, Herry Nunggal Supriyadi, dan Pemimpin Capem Mertoyudan, Diana Musfriani.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang Herry Nunggal Supriyadi menuturkan, selama ini Kantor Cabang Pembantu (Capem) di Magelang ada tujuh. Dengan tambahan satu Capem Mertoyudan, maka kini ada delapan Capem. “Dengan bertambahnya Capem baru ini, Bank Jateng Kantor Cabang Magelang bisa menyalurkan lebih banyak lagi kredit produktif pada periode mendatang,” kata Herry Nunggal, kemarin.

Herry membeber, secara umum saat ini proporsi kredit produktif dengan kredit konsumtif adalah 30 persen berbanding 70 persen. Artinya, lebih dominan kredit konsumtif. Melihat fakta hingga Oktober 2017 ini, Bank Jateng KC Magelang telah mampu menyalurkan kredit produktif kepada nasabah sebesar Rp 300 miliar. Plus Rp 100 miliar masih menunggu waktu pencairan.

“Kami optimistis target perbandingan 60 persen berbanding 40 persen yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera tercapai. Persentasi penyaluran kredit produktif KC Magelang, saat ini telah mencapai angka 40 persen atau lebih tinggi dari rata-rata yang ada saat ini, 30 persen.”

Herry merinci, secara umum kinerja Bank Jateng Cabang Magelang hingga September 2017 terus mengalami tren bisnis postif. Hal itu dibuktikan dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menembus angka Rp 2.027 miliar atau meningkat 9,75 persen years on years (yoy) dibanding periode yang sama pada 2016, sebesar Rp 1.847 miliar.

Kemudian, penyaluran kredit sebesar Rp 1.353 miliar atau meningkat 23,27 persen (yoy) dari 2016 yang hanya Rp 1.093 miliar. Adapun untuk laba, sebesar Rp 68 miliar atau meningkat 110 persen (yoy) dibanding tahun sebelumnya, Rp 32 miliar. Serta aset sebesar Rp 2.957 miliar atau meningkat dari tahun sebelumnya, Rp 1.952 miliar. “KC Bank Jateng Magelang, saat ini secara khusus dipersiapkan untuk melebarkan sayap bisnis ke wilayah Yogyakarta, mengingat tak sedikit nasabah kami yang berada atau membuka bisnis di sana.”

Dirut Bank Jateng Supriyatno mengemukakan, pembukaan Kantor Capem baru di Mertoyudan, dilandasi oleh komitmen Bank Jateng yang ingin terus membawa budaya pick up service kepada seluruh nasabah. Termasuk, kalangan PNS, TNI dan Polri. “Kantor layanan baru ini (Capem Mertoyudan, red), juga sebagai upaya mempertajam garda usaha produktif, sekaligus mempermudah sistem pelayanan kepada nasabah di sekitar Mertoyudan.”

Nano—sapaan akrab Supriyatno—melanjutkan, hadirnya Capem baru diharapkan mampu menggenjot laba usaha, dengan berbagai faktor dukungan.

Menurut Nano, Kantor Capem juga dianggap sebagai salah satu benteng pertahanan dalam segi persaingan usaha perbankan. Mengingat pada periode akhir tahun, biasanya banyak terjadi mutasi nasabah, seiring upaya mayoritas bank lain yang ingin meraih prestasi atau target yang dicanangkan dengan beragam iming-iming menarik bagi calon nasabah baru.

“Karena itu, Kantor Capem ini kami harapkan mampu menjadi benteng pertahanan Bank Jateng dalam menghadapi tantangan seperti itu.” Nano berharap, hadirnya Kantor Capem Mertoyudan, mampu membantu memperkuat perekonomian daerah. Salah satunya, melalui pembiayaan kredit produktif, seperti UMKM maupun sektor-sektor strategis lainnya. “Tiap cabang harus bisa membiayai diri sendiri demi mencapai upaya menyokong pembangunan daerah. Karena itu, kita harus dapat menangkap setiap peluang yang ada.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here