PENYULUHAN: Seorang petugas memberi penyaluran kredit konstruksi dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang).
PENYULUHAN: Seorang petugas memberi penyaluran kredit konstruksi dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Penyaluran kredit konstruksi dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. hingga akhir September lalu telah mencapai 467 ribu unit rumah, dari total target tahun ini sebanyak 666 ribu unit rumah.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, kontribusi pihaknya sebagai integrator dalam program sejuta rumah tidak hanya dalam soal akses pembiayaan bagi seluruh lapisan nasabah tapi juga dalam menyokong sisi pasokan dengan kredit konstruksi bagi para pengembang.

Adapun tahun ini, pihaknya menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah hingga akhir tahun. Terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi, serta penyaluran KPR non-subsidi.

“Per September, yang sudah terealisasi KPR untuk  sekitar 167 ribuan unit rumah, 130 ribuan unit di antaranya adalah  KPR Subsidi. Sementara yang mengalir dalam bentuk kredit konstruksi terdistribusi untuk kurang lebih 300.000 unit rumah,”ujarnya.

Ia menambahkan, sejak program Sejuta Rumah digulirkan pada tahun 2015, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan untuk 1,44 juta unit rumah, dengan nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konsturksi sebesar Rp 155,9 triliun.

“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dalam menyukseskan program sejuta rumah,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk  meningkatkan pasokan perumahan, Bank BTN juga berupaya menciptakan para calon developer lewat Housing Finance Center (HFC), HFC bermitra dengan banyak pihak, baik Institusi pendidikan formal maupun para developer lewat aneka pendidikan dan pelatihan.

Dengan ITB, lewat program mini MBA in property Bank BTN telah mewisuda 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti, sementara dengan asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi,  setidaknya lebih dari 10.000 orang yang juga siap untuk menjadi calon developer.

“Kami juga berinisiatif merilis produk pembiayaan perumahan bagi MBR, antara lain dengan produk KPR Mikro. KPR Mikro merupakan pembiayaan dengan plafon kredit sebesar Rp 75 juta untuk pembelian rumah, renovasi rumah dan membangun bagi para pekerja informal yang berpenghasilan tidak tetap,”ujarnya. (dna/zal)