Parade Seni jadi Ujian Kelulusan

23
MENARIK : Siswa SMA Muhammadiyah Muntilan harus tampil dan menari tradisional sebagai salah satu syarat penilaian kelulusan (MUKHTAR LUTFI/Radr Kedu).
MENARIK : Siswa SMA Muhammadiyah Muntilan harus tampil dan menari tradisional sebagai salah satu syarat penilaian kelulusan (MUKHTAR LUTFI/Radr Kedu).

MUNGKID— SMA Muhamadiyah 1 Muntilan memiliki cara unik untuk memberikan penilaian kelulusan siswanya. Mereka menggelar parade seni dan budaya sebagai salah satu syarat kelulusan. Ada enam kelompok kesenian dari enam kelas ditambah satu kesenian inti asli sekolah ini yang unjuk kebolehan di halaman kantor kecamatan Muntilan, Senin (16/10).

Kepala SMA Muhamadiyah 1 Muntilan Edi Yusuf,Spd menerangkan, kegiatan sudah ke-6 kalinya dikonsep seperti ini. ”Ini merupakan ujian rutin dalam mata pelajaran seni setiap tahunnya sebagai salah satu syarat kelulusan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan ini sebagai salah satu cara untuk mengajak siswanya peduli terhadap budaya dan kesenian bangsa. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengarahkan siswanya untuk peduli dan menyingkirkan hal mistis di setiap kesenian. “Dan melalui kegiatan ini kita juga berupaya menekankan tradisi seni yang bebas mistis,” tegasnya.

Kesenian yang ditampilkan siswa antara lain adalah topeng ireng, kuda lumping, kubro siswo, jathilan, tari jemparingan dan tari grasakan. Setiap tim tampil sekitar 15 menit di depan ratusan penonton dan guru penilai.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Husaen mengapresiasi kegiatan yang digelar SMA Muhamadiyah Muntilan. ”Dalam skala besar tentunya hal ini menambah semarak Kabupaten Magelang dan dalam skala kecil, visi Disdikbud Kabupaten Magelang yakni Tanggul Budaya (Takwa Unggul dan Berbudaya) sudah terlaksana di sini,” katanya. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here