SLEMAN—Profesi sebagai tentara, rupanya cukup ampuh untuk menggaet perempuan. Setidaknya, hal itu dibuktikan oleh Ag, 43, warga Dusun Kemudo RT 01/RW 10, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Betapa tidak, bermodal pakaian tentara, Ag bisa menikahi Yun, warga Dusun Balong Wetan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngaglik, Sleman. Siapa Ag? Ia hanya warga sipil. Namun, kepada perempuan pujaannya, Ag mengaku sebagai anggota TNI dengan pangkat kapten.

Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria, membenarkan telah terjadi penangkapan anggota TNI gadungan. Ag ditangkap oleh anggota Koramil Ngaglik dan anggota Intel Kodim Sleman. Pelaku diamankan pada Sabtu (14/10) dini hari di rumah Yun yang dinikahinya secara siri.

Burkan mengatakan, pelaku diserahkan oleh Detasemen Polisi Militer Denpom IV/2 Yogyakarta Pomdam IV/Diponegoro ke Polres. Penangkapan Ag bermula dari informasi warga. Warga curiga, setelah menikahi Yun, Ag tak pernah berdinas. Ia selalu beralasan sedang dalam proses pengajuan ke Rindam IV Diponegoro Magelang. “Sepengetahuan keluarga korban, yang bersangkutan memang anggota TNI.”

Saat dicek oleh anggota TNI, barulah terkuak bahwa Ag warga sipil biasa. Saat diperiksa, Ag juga mengaku bukan tentara. “Karena yang bersangkutan adalah sipil, maka proses hukum polisi yang menangani,” pungkas Kapolres. (jpg/isk)