BANJARNEGARA – Guru honorer berencana menggelar aksi dengan mengerahkan massa ke Jakarta. Aksi ini rencananya dilaksanakan 25 Oktober mendatang jika revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak segera disahkan. Selain melakukan aksi di istana negara, guru honorer juga akan melakukan aksi serentak di seluruh provinsi di Indonesia.

Ketua Umum Forum Honorer Kategori 2 Indonesia Titi Purwaningsih mengatakan, aksi ini dilakukan dengan tujuan mendesak revisi UU ASN dilakukan. Sehingga memungkinkan guru honorer diangkat menjadi PNS.

“Yang dikerahkan (ke Istana Negara) minimal 10.000 orang. Kita punya dua teknis, di istana dan di seluruh provinsi,” ungkap guru SD Negeri 1 Wanacipta Kecamatan Sigaluh ini.

Aksi akan dilakukan oleh guru honorer dengan pakaian, materi dan waktu yang sama. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan sekretariat Istana Negara pada 10 Oktober lalu. Komunikasi tersebut disampaikan perwakilan guru honorer yang ingin menyampaikan aspirasi kepada presiden.

Menurut dia, sudah ada surat presiden mengenai revuisi UU ASN. Namun menurutnya, tiga menteri yaitu Menkumham, Menteri Keuangan dan Menpan RB belum juga melakukan revisi UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal pihaknya sangat berharap UU tersebut segera direvisi, sehingga ada celah bagi guru honorer K2 agar bisa diangkat menjadi PNS.

Salah satu aturan yang minta direvisi yakni batasan mengenai usia diangkat menjadi PNS. Dia mengungkapkan, saat ini guru honorer K2 tidak bisa diangkat menjadi PNS karena usianya lebih dari 35 tahun. Memang ada ruang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun harus melalui enam tahap seleksi. (drn/din/jpg/ton)