Dee Lestari
Dee Lestari

Penulis serial Supernova ini menganggap bahwa menulis merupakan proses menerjemahkan ide abstrak menjadi tulisan konkret yang dapat dibagi kepada orang lain. ’’Penulis harus menyeimbangkan ekspektasi pembaca dan diri sendiri, juga harus bertarung dengan diri sendiri dan halaman kosong,’’ ungkapnya.

Di balik kesuksesannya, imajinasi Dee nggak selamanya dipenuhi ide-ide untuk bahan menulisnya. Terkadang, dia juga mengalami rasa malas. ’’Menurut saya, hal itu wajar, tapi harus ingat deadline dan mematuhi tenggat waktu yang kita tentukan sendiri,’’ ucapnya.

Nggak hanya berjuang melawan diri sendiri, penulis 41 tahun tersebut juga harus ’’berperang’’ dengan kondisi profesi penulis saat ini. Terutama dengan tingginya pajak penulis saat ini.

’’Saya rasa, pemberlakuan pajak terhadap penulis harus proporsional dan adil. Harus ada diskusi bersama penulis, penerbit, dan instansi terkait agar bisa adil bagi semua pihak,’’ ujar penulis buku Filosofi Kopi itu.

Dengan berbagai struggle yang harus dilaluinya, Dee bertekad untuk tetap menulis. ’’Setelah menciptakan buku, rasanya seperti melahirkan seorang anak,’’ ujarnya. Karena itulah, Dee berharap dapat terus berkarya meski lebih banyak tantangan yang akan dihadapinya.