Anjurkan Menikah di Usia yang Sudah Matang

Tingkatkan Kualitas Keluarga Sehat dan Kuat dengan Ber-KB

318
TALKSHOW: Kabid Pengendalian Penduduk Dinpermades Sukardjo bersama anggota DPR RI Ir Ali Mahir dan Adi Setio Pramono dari BKKBN mengisi talkshow penguatan program Kependudukan dan KB (KKB) di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, kemarin (Wahib pribadi/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TALKSHOW: Kabid Pengendalian Penduduk Dinpermades Sukardjo bersama anggota DPR RI Ir Ali Mahir dan Adi Setio Pramono dari BKKBN mengisi talkshow penguatan program Kependudukan dan KB (KKB) di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, kemarin (Wahib pribadi/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK–Pemerintah hingga kini terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga Indonesia yang sehat dan kuat. Di antaranya, melalui program keluarga berencana (KB). Lewat KB tersebut, diharapkan masyarakat semakin sejahtera.

Demikian disampaikan Adi Setio Pramono dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah di sela mengisi talkshow bersama anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem H Ir Ali Mahir dan Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinpermades P2KB Pemkab Demak Sukardjo SKM MKes di halaman rumah Masudi, warga RT 5 RW 1, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, kemarin. Acara sosialisasi penguatan program KKBPK melalui kegiatan Kie Kreatif bersama mitra kerja yang dihelat BKKBN Pusat ini diikuti 200 warga. Tujuannya adalah memberikan informasi dan edukasi kependudukan keluarga berencana (KKB) kepada masyarakat.

Adi Setio menambahkan, peningkatan kualitas keluarga diperlukan karena hal itu menjadi dasar pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera, utamanya di Demak. “Melalui KB ini, dapat tercipta generasi muda yang sehat dan kuat. Kita ambil contoh di Singapura. Penduduk di sana relatif sedikit, tapi keluarganya berkualitas sehingga kiprahnya cukup berpengaruh didunia internasional. Di sinilah perlunya mempersiapkan keluarga yang berkualitas melalui program KB,” ujarnya.

Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Ali Mahir mengajak masyarakat untuk ber-KB sehingga angka kelahiran dapat dikendalikan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menikahkan anaknya di usia yang sudah matang.

Untuk perempuan misalnya, minimal sudah berusia 21 tahun dan laki laki minimal usia 25 tahun. Dengan usia yang matang, diharapkan kandungan perempuan sudah kuat untuk dibuahi. Selain itu, pasangan suami istri juga sudah mapan secara emosi dan terlebih ekonomi. “Kalau usia di bawah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki laki, maka kandungan perempuan tersebut masih belum kuat untuk dibuahi serta secara emosi dan ekonomi juga belum memadai,” katanya. Setelah menikah, kata dia, jika ikut program KB, memiliki dua anak lebih baik.

Kabid Pengendalian Penduduk Sukardjo mengatakan, pengendalian penduduk melalui program KB dinilai penting. Jika KB berhasil, maka dapat mendorong kelancaran pembangunan. “Di Kecamatan Wonosalam, berdasarkan data 2015, rata rata setiap keluarga punya 3 anak. Jika tidak dikendalikan, tentu jumlah penduduk akan berlipat lipat. Karena itu, ibu-ibu dan bapak-bapak bisa ikut KB,” kataya. (hib/sct)