4 PSK “Warung Remang” Diamankan

713
DIAMANKAN: Empat PSK yang beroperasi di Desa Bojong Lor, diamankan petugas Polres Pekalongan (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).
DIAMANKAN: Empat PSK yang beroperasi di Desa Bojong Lor, diamankan petugas Polres Pekalongan (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).

KAJEN– Empat Pekerja Seks Komersial (PSK) yang nekat beroperasi siang hari di Desa Bojong Lor, Kecamatan Bojong, Senin (16/10) kemarin, diamankan oleh Sat Shabara Polres Pekalongan.

Pengamanan dilakukan karena laporan warga Desa Bojong Lor, yang merasa terganggu dengan para PSK di desa tersebut. Terlebih warga pun mulai menyediakan kamar untuk disewakan dan menyatu dengan warung makan.

Solikhin, 51, warga Desa Bojong Lor, mengungkapkan bahwa para PSK yang datang ke Desa Bojong Lor, baru sebulan lalu sejak banyak warung makan yang bermunculan, untuk memenuhi kebutuhan supir truk galian C proyek tol Pemalang Batang.

Menurutnya karena para PSK yang datang semakin banyak, khususnya pada malam hari, maka warga mulai merasa risih dan terganggu dengan adanya prostitusi terselebung tersebut.

 

“Tadinya hanya ada warung makan, lama kelamaan ada PSK yang ikut nimbrung di warung, akhirnya kayak prostitusi terselebung gitu,” ungkap Solikhin.

Merasa tidak nyaman, warga desa melaporkan kegiatan tersebut ke Polres Pekalongan, berharap PSK ditertibkan.  Menurutnya sebagian besar para PSK sebelumnya beroperasi di lokalisasi Kebunsuwung Karanganyar.

“Saya minta agar para PSK yang diamankan, tidak balik lagi ke desa ini,” harapnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar mengatakan, razia dilakukan atas laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan PSK tersebut.

“Setelah kami adakan pengecekan bersama anggota, kami dapati ada 4 orang perempuan yang sedang menunggu tamu, dan ada 3 kamar  untuk persewaan, merekan semua kami amankan untuk dimintai keterangan,” jelas AKP M Dahyar. (thd/zal)