Kombes Pol Abiyoso Seno Aji (ISTIMEWA).
Kombes Pol Abiyoso Seno Aji (ISTIMEWA).

SEMARANG- Jelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, salah satunya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, jajaran Polrestabes  Semarang memberikan imbauan sejak dini kepada masyarakat. Tindakan tegas akan diberlakukan kepada siapapun yang berani mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsungnya proses Pilgub.

“Konsekuensinya, kalau mereka tetap melakukan (mengganggu Kamtibmas) jangan salahkan aparat keamanan apabila ada tindakan yang dilakukan. Tentu dalam hal ini adalah aparat keamanan sendiri dengan keterpaksaan harus melakukan tindakan tegas,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Imbauan ini sebagai tindak lanjut dari gelar kegiatan Simulasi Pengamanan (Sispam) Kota yang dilakukan secara gabungan antara kepolisian dengan TNI dan sejumlah instansi terkait di lapangan Akpol Semarang beberapa waktu yang lalu.

“Sebab, kalau tanpa atau tidak dilakukan dengan tindakan tegas, tidak menutup kemungkinan kerusuhan itu akan menjalar meluas ke beberapa tempat,” tambahnya.

Abi –sapaan akrabnya–menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi apabila terjadi gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya pada saat Pilgub 2018 mendatang. Pihaknya pun telah memetakan wilayah-wilayah sebagai antisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas. “Manakala ada kerusuhan kami akan menutup empat titik, di antaranya Tugu, Banyumanik dan Genuk,” jelasnya.

Abi menjelaskan, maksud penutupan batas wilayah ini supaya tidak memberikan ruang gerak bagi para pelaku kerusuhan untuk bergerak meninggalkan wilyah Kota Semarang. Selain itu juga sebagai antisipasi masuknya massa ke wilayah hukumnya.

Pihaknya juga akan bersinergi dengan TNI, Dinas Kebakaran, Basarnas, Dishub, hinga Satpol PP. Tak hanya itu, beberapa rumah sakit yang ada juga diajak bekerjasama untuk melakukan pembersihan-pembersihan di dalam kota. Tujuannya adalah untuk menghentikan kerusuhan itu sendiri, melakukan penangkapan-penangkapan terhadap pelaku kerusuhan.

Sementara itu, sebanyak 48 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kota Semarang resmi dilantik Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah, Minggu (15/10). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu, Fajar Saka berpesan supaya para anggota Panwascam selalu berpegang pada kode etik dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.

“Panwascam dalam menjalankan tugas harus berdasarkan pada kode etik berbasis pada sumpah yang diambil saat pelantikan,” kata Fajar Saka saat pelantikan Panwascam se-Kota Semarang di Hotel Pandanaran, Minggu (15/10).

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengajak para pengawas pemilu ini untuk menegakkan tagline Bawaslu yakni, Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan, Panwascam menjadi ujung tombak untuk mewujudkan pemilu yang Lugas, Bersih, Jujur dan Adil (Luber Jurdil). Terlebih tahun ini adalah permulaan tahun politik sebagai bagian proses menuju Pilgub Jateng 2018, Pileg hingga Pilpres 2019, tahapan yang ada menjadi bagian tugas obyektif Panwascam. “Karenanya, Panwascam harus netral, sehingga objektif di mata peserta. Karenanya aturan harus di-ugemi,” pesannya.

Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, menyatakan ada 16 panwas kecamatan yang masing-masing beranggotakan tiga orang. “Selanjutnya ke depan akan dibentuk PPL di 177 di kelurahan dan sebagai ujung tombak di masing-masing TPS, akan dibentuk pula kurang lebih dari 2.643 Pengawas TPS di Kota Semarang,” katanya. (tsa/aro)