Ribuan Warga Berebut Gunungan Busana

250
GUNUNGAN PAKAIAN : Tujuh gunungan pakaian yang berisi 2.800 an pakaian baju dan celana diarak keliling kampung Desa Wonopringgo, sebelum dibagikan gratis ke warga (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).
GUNUNGAN PAKAIAN : Tujuh gunungan pakaian yang berisi 2.800 an pakaian baju dan celana diarak keliling kampung Desa Wonopringgo, sebelum dibagikan gratis ke warga (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).

KAJEN – Sebagai ungkapan rasa syukur akan meningkatnya penjualan pakaian, Sabtu (14/10) sebanyak 200 pengusaha konveksi yang ada di Kecamatan Wonopringgo, membagikan 2000 pakaian baru jenis celana dan baju yang terbuat dari aneka bahan kepada warga yang sejak subuh sudah mengantre di depan Pondok Pesantren At-Taufiqiyah.

Sebelum ribuan pakaian baru diperebutkan warga, pakaian yang akan dibagikan gratis dibuat dalam tujuh gunungan. Kemudian diarak keliling kampung dengan menggunakan mobil bak terbuka. Setelah itu, tujuh gunungan tersebut dibacakan doa oleh sesepuh kampung dengan tujuan agar penjualan konveksi tahun depan lebih meningkat.

Aleksail, 27, warga Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Panitia Tujuh Gunungan Pakaian mengungkapkan ada 2800 an pakaian baru, sumbangan dari 200 pengusaha konveksi yang ada di Kecamatan Wonopringgo. Pakaian tersebut dibagikan secara gratis kepada warga yang ada di halaman Pondok Pesantren At Taufiqiyah.

Menurutnya acara tujuh gunungan pakaian tersebut sebagai ungkapan rasa syukur dari para pengusaha konveksi yang ada di Kecamatan Wonopringgo, kepada masyarakat sekitar yang selama ini sudah membantu dalam memasarkan produk konveksi.

“Bagaimana diketahui di Kecamatan Wonopringgo ini, menjadi sentra konveksi penghasil baju dan celana. Untuk itu, kita perlu menyisihkan sedikit rezeki untuk orang yang membutuhkan. Ada 2800 pakaian baru yang dibagikan gratis ke warga dan pakaian yang akan dibagikan dibuat dalam tujuh gunungan yang akan diperebutkan warga,” ungkapnya.

Aleksail juga mengatakan tujuan utama dari rebutan pakaian pada tujuh gunungan tersebut, sekaligus untuk mengenalkan pada warga dan masyarakat luar Kabupaten Pekalongan, bahwa Kecamatan Wonopringgo adalah salah satu kecamatan yang memproduksi pakaian jadi terbesar di Pekalongan, baik bahan yang terbuat dari jins dan batik, serta bahan katun lainnya.

Menurutnya selama ini penjualan pakaian jadi hasil produksi warga dijual ke Jakarta, Surabaya, Medan dan kota – kota besar di Indonesia dengan harga yang cukup bersaing. “Saya harap dengan adanya rebutan gunungan pakaian ini, para pedagang pakaian bisa datang langsung ke desa-desa di Kecamatan Wonopringgo untuk melihat dan berbelanja pakaian jadi berkualitas, dengan harga yang lebih murah,” kata Alex.