Ponpes Tetap Eksis Selama 400 Tahun

250

DEMAK–Keberadaan pondok pesantren (ponpes) di nusantara telah teruji. Bahkan, usia ponpes yang terlembagakan sudah sekitar 400 tahun sejak era pasca Walisongo.

Ketua Umum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pusat KH Abdul Ghoffar Rozin mengungkapkan, meski tidak dibantu keuangan negara, ponpes dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu, dari sisi politik juga tidak mudah ditekan pihak manapun. “Di sinilah potensi santri tidak bisa diremehkan. Dari sisi politik, santri juga bisa menjadi presiden,” katanya di sela mengisi seminar dalam rangka menyongsong peringatan Hari Santri Nasional ke-3 di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al Hikmah, Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Minggu (15/10).

Ketua LP Ma’arif NU Demak KH Sa’dullah menambahkan, Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pendidikan keagamaan di Indonesia. Ini seiring dengan tema seminar mempersiapkan santri unggulan untuk membangun karakter bangsa. “Penguatan pendidikan karakter ini sangat penting. Maka pilihlah sekolah yang guru gurunya ahli ibadah dan berakhlaqul karimah. Pendidikan di pesantren itu kalau malam guru dan kiainya mendoakan santri santrinya,”kata dia. (hib/ton)