30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Jateng Kurang Jeli Tangkap Peluang

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Belakangan, tidak sedikit industri yang besar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), mencari lahan baru untuk pengembangan bisnis. Fenomena ini perlu ditangkap Pemprov Jateng untuk menggeret agar industri tersebut menanamkan investasi di provinsi ini.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai, pengembangan industri di wilayah Jabodetabek, terbentur berbagai kendala. Mulai dari harga lahan yang sudah melangit, hingga upah minimun provinsi (UMP) yang juga cukup tinggi.

“Jateng sepertinya kurang memanfaatkan peluang itu karena tren pengembangan industri itu justru lebih banyak ke Jabar,” terangnya saat menjadi pembicara diskusi eksklusif “Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah 2017” yang diprakarsai Indef dan Perkumpulan Akuntan Muda (PAM) Jateng, kemarin.

Karena itu, dia berharap, Pemprov Jateng bisa segera menyusun regulasi untuk memudahkan pengembangan bisnis dari provinsi lain. Sebab, hingga saat ini, kecenderungan pengembangan industri ini masih terus berlangsung, khususnya industri bidang manufaktur.

Meski begitu, dia menilai, peluang yang bisa ditangkap bukan hanya dari industri manufaktur. Pasalnya, nyaris semua sektor industri sebenarnya berpotensi dikembangkan di Jateng. “Seperti industri pariwisata. Luar biasa sekali potensi Jateng,” tambahnya.

Dijelaskan, seluruh kabupaten/kota di Jateng memiliki keunikan destinasi wisata yang potensial. Seperti Masjid Menara di Kudus yang sudah dibuktikannya sendiri jumlah pengunjungnya sangat banyak. Seharusnya, potensi wisata di kabupaten/kota di Jateng bisa diintegrasikan dalam satu paket wisata dengan kerjasama pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi sebagaimana dilakukan Malaysia.

“Malaysia saja yang potensi wisatanya bisa dihitung dengan jari, bisa mengusung jargon The Truly Asia. Jateng yang destinasinya tidak terhitung harus bisa. Apalagi, ada Karimunjawa di Jepara, Candi Borobudur,” katanya.

Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih yang hadir dalam diskusi itu menilai, Jateng memang masih perlu mengembangkan strategi pertumbuhan daerah yang digarap serius berbasis pada konektivitas antar wilayah. Pemprov harus hadir di tengah upaya yang dilakukan pemkab/pemkot. “Masih banyak yang harus dilakukan. Misalnya, soal perbaikan, pembangunan infrastruktur jalan,” jelasnya.

Disebutkan, anggaran yang digelontorkan pada 2016-2017 dari APBD murni untuk infrastruktur setidaknya mencapai Rp 2,4 triliun yang jelas tidak kecil, tetapi tidak diimbangi keberlangsungan sarana transportasi massal. “Subsidi sarana transportasi massal sebenarnya bisa mengurangi beban pemeliharaan jalan. Harus dikendalikan serius, jangan ‘jor-joran’ tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi jangka panjang,” kritiknya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

MUI Demak Disuntik Rp 400 Juta

DEMAK- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Demak pada 2015 menjadi salah satu lembaga atau organisasi yang memperoleh bantuan dana hibah paling besar. Yakni mencapai Rp...

Dua Kelas Masih Bersaing

SEMARANG – Pengprov Persatuan Tinju Amatir Seluruh Indonesia (Pertina) Jawa Tengah menyiapkan 13 petinju, yakni lima petinju putri dan delapan putra untuk bertanding...

Siswa Baru Diberi Bekal Safety Riding

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Hal sederhana tapi kreatif dilkukan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kendal. Mereka menggelar kegiatan ‘Road Show Police Goes To School’  dengan mengkampanyekan...

Hanya Punya Tiga Bek

SEMARANG – Hengkangnya bek kiri Topas Pamungkas membuat tim PSIS Semarang saat ini hanya memiliki tiga pemain bek sayap yaitu Safrudin Tahar, Fajar Bagus...

More Articles Like This

- Advertisement -