BTMX Pertemukan Buyers dan Seller

313
PAMERAN: Pemilik BW Craft Borobudur, Basiyo antusias mengikuti BTMX 2017. Ia memasarkan produk seperti tas kulit, sandal kulit, wayang kayu batik, topeng kayu batik, dan suvenir pernikahan (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
PAMERAN: Pemilik BW Craft Borobudur, Basiyo antusias mengikuti BTMX 2017. Ia memasarkan produk seperti tas kulit, sandal kulit, wayang kayu batik, topeng kayu batik, dan suvenir pernikahan (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG–Penyelenggaraan Borobudur Travel Mart and Expo (BTMX) tahun depan harus lebih meriah. Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Provinsi Jateng akan mewajibkan semua daerah di Jateng mengikut ajang BTMX.

“Saya komunikasikan, bahwa tahun 2018, semua daerah yang ada di Jateng ini harus ikut BTMX,” kata Kepala Seksi Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Provinsi Jateng, Mieke. Ia yakin BTMX akan berkontribusi pada geliat ekonomi dari sektor jasa. Untuk itu, pada 2018, pihaknya akan menyelenggarakan BTMX lebih besar.

Dikatakan, BTMX sebagai ajang mengembangkan konsep pariwisata dan bisnis. Ia menyadari, saat ini wisata bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder, melainkan primer. Bagi Mieke, hal itu menjadi peluang, sekaligus tantangan untuk terus berupaya mengembangkan wisata-wisata ada di Jawa Tengah.

“Tapi untuk mengembangkan pariwisata di Jateng ini, kuncinya harus sinergi. Sebenarnya kita ini lebih kaya dibanding daerah lain. Tapi bagaimana kita bersinergi menyatukan konsep-konsep dan sebagainya.” Jika sinergitas antardaerah terjalin baik, Mieke optimistis kunjungan wisatawan ke Jateng akan meningkat. Pihaknya menargetkan jumlah wisatawan pada 2017 sebanyak 500 wisatan mancanegara (wisman) dan 2.500.000 wisatawan nusantara (wisnus). “Kalau wisnus pasti tercapai, karena saat ini sudah sampai 2 juta lebih. Untuk wisman baru sekitar 300 ribu wisatawan.”

Tahun ini, BTMX digelar selama tiga hari, pada 13-15 Oktober 2017. Sekitar 53 buyers dan 51 sellers terlibat dalam kegiatan di Grand Artos Hotel and Convention Magelang.

Chairman BTMX, Sugeng Sugiantoro, menyampaikan, para buyers terdiri atas 60 delegasi berasal dari 6 negara. Yakni, Tiongkok, Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, termasuk Indonesia. Sedangkan sellers diikuti 85 delegasi. Mereka merupakan para pelaku wisata Jawa Tengah yang bergerak di bidang perhotelan, agen-agen wisata, pusat rekreasi, wisata argo, spa, adventure dan sebagainya.

“BTMX ini fokus memperkenalkan potensi dan produk-produk pariwisata Jawa Tengah kepada buyers ypotensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Sehingga destinasi wisata di sini bisa dikenal, baik di pasar dalam maupun luar negeri,” kata Sugeng. (put/isk)