Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang
Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang

MERINTIS usaha saat masih mengenyam pendidikan di perkuliahan hingga sekarang adalah bonus pendapatan bagi Natalia.  Tidak sekadar ingin membuka usaha, tapi lulusan Fakultas Komunikasi jurusan Advertising Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga ini juga ingin mengaplikasikan ilmu kuliahnya.

Gadis 22 tahun ini mulai membuka usaha online shop (olshop) kaos kaki sejak tahun 2013 silam. Ilmu advertising yang ia dapat dari bangku kuliah ia terapkan untuk memasarkan produknya.

“Awalnya susah untuk bangun awareness ke masyarakat karena ini baru, jadi orang belum tentu percaya dan takut tertipu dari belanja online,” ungkap Natalia.

Alasan ia memilih bisnis usaha kaos kaki online adalah selain terbilang masih jarang di Kota Salatiga, kaos kaki juga bisa dijadikan fashion agar tetap modis. Dirinya juga mengaku, pada waktu itu target market terbilang masih abu-abu atau belum sesuai dengan perencanaan penjualan. Namun saat ini targetnya sudah terpenuhi, bisnis usahanya diminati oleh kalangan remaja mulai dari anak sekolah sampai anak kuliah serta pekerja dan juga dijangkau oleh konsumen luar Salatiga.

Dalam menjalani bisnis usaha kaos kaki online, perempuan yang kerap dipanggil Nat juga mengalami pasang surut penjualan, diantaranya ketika mencoba beberapa supplier dan tidak sesuai dengan barang yang dipesan.

“Kalau supplier ngasihnya barang jelek, pasti itu berpengaruh juga sama penjualan kaos kaki kita yang dipesan oleh para konsumen,” tandasnya.

Tahun 2017 Natalia berhasil menyelesaikan kuliahnya dan melanjutkan kehidupannya bekerja di Kota Surabaya. Meski begitu, bisnis kaos kaki online shop-nya  kini sudah berkembang. Selain dijual secara online, para penyuka kaos kaki juga dapat membelinya di toko yang baru saja dibangun pada April 2017 lalu. Tepatnya berada pada kios-kios berjualan di dalam Waroeng  Lawas, Jalan Patimura No. 92, Salatiga.

Saat ini, Natalia dibantu oleh kakaknya dalam mengoperasikan bisnis tersebut. Macam kaos kaki yang dijual pun beraneka ragam, yakni mulai dari kaos kaki polos, kaos kaki berwarna warni, hingga kaos kaki bermotif. Dibanderol mulai dari Rp 8 ribu sampai Rp 18 ribu. Rata-rata perbulan, Natalia dapat mengantongi kurang lebih Rp 1,5 juta.

Demi menjaga bisnis usahanya tersebut, Natalia terus menerapkan inovasi baru dalam ragam kaos kaki penjualannya tersebut. Harapannya bisnis tersebut dapat membuka cabang di Kota Surabaya dan selalu banjir orderan. Selain itu berkeinginan kaos kaki bisa menjadi salah satu trend dan life style bagi masyarakat. (mg47/zal)