Siswa SDN 1 Rejosari Piawai Berkreasi

23
MEMBANGGAKAN : Ahmad Syahdani Kurnia Putra bersama Kepala SDN 1 Rejosari Brangsong, Sri Sulastri (kiri) dan guru pembimbing Siti Amronah saat ditemui di sekolahnya (M ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MEMBANGGAKAN : Ahmad Syahdani Kurnia Putra bersama Kepala SDN 1 Rejosari Brangsong, Sri Sulastri (kiri) dan guru pembimbing Siti Amronah saat ditemui di sekolahnya (M ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SDN 1 Rejosari Brangsong memiliki perhatian besar terhadap pendidikan kewirausahaan bagi para siswanya. Buktinya, salah seorang siswa, Ahmad Syahdani Kurnia Putra, meski masih duduk di bangku kelas 4 sudah piawai membuat kreasi makanan dan kerajinan anyaman. Kreasi makanan yang dibuatnya yakni kue lapis pelangi dan minuman Beer Pletok. ”Kue Lapis pelangi ini bahannya dari singkong yang diparut, bukan dari terigu,” bebernya.

Kue ini disajikan bersama Beer Pletok yang dibuat dari campuran air dan rempah-rempah seperti jahe, serai, kayumanis, kapulaga dan kayu secang.”Ini tidak ada alkoholnya. Cuma namanya aja bee rpletok,” ujarnya.

Dari hasil kreasinya tersebut, berhasil meraih juara pertama lomba kewirausahaan tingkat Kecamatan Brangsong dan dalam waktu dekat akan maju ke tingkat Kabupaten Kendal.

Tidak hanya itu, siswa ini juga memiliki keahlian menganyam. Hasil kreasinya berupa vas bunga dari anyaman rotan berhasil mengantarkannya meraih juara  pertama lomba kewirausahaan tingkat Kecamatan pada tahun 2016 lalu.

Keluarganya yang sudah memiliki keahlian menganyam turut berperan dalam mengembangkan bakat siswa yang orangtuanya seorang guru SD di Kendal tersebut. “Yang ngajarin saya menganyam Pakde,” ujarnya polos.

Guru pembimbing, Siti Amronah, mengakui jika anak didiknya ini memang memiliki bakat luar biasa dan suka berkreasi. ”Anaknya memang cekatan dan serba bisa. Waktu lomba itu ya sendirian memasaknya. Karena memang sudah terlatih,” ungkapnya.

Kepala SDN 1 Rejosari, Brangsong, Sri Sulastri mengungkapkan bahwa walaupun belum ada ekstrakulikuler kewirausahaan, secara khusus pihaknya secara berkala mengadakan kegiatan-kegiatan sederhana untuk melatih kewirausahaan siswa sejak dini.

“Baru-baru ini di kelas 5 SD ada latihan bersama membuat telur asin. Setiap siswa bawa telur asin sendiri-sendiri dari rumah. Hasilnya ya dimakan sendiri,” bebernya.

Selain itu, tambahnya, setiap jeda semester diadakan perlombaan  kewirausahaan dengan membuat kreasi makanan yang diadakan di tiap kelas, kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok. ”Tiap kelompok bebas berkreasi. Biasanya ada yang membuat lontong campur, nasi goreng, gorengan  nanti juga kami nilai biar tambah semangat,” imbuhnya.

Sri berharap, dengan mengenalkan pendidikan kewirausahaa melalui kegiatan sederhana di sekolah, anak-anak dapat mengaplikasikannya langsung di rumahnya masing-masing.”Selain itu ya sebagai bekal untuk kedepannya,” pungkasnya. (zen/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here