SEMARANG –  PT Phapros, Tbk yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) meresmikan dua unit taman bacaan di Balai Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, baru-baru ini. Pendirian taman bacaan tersebut sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan kecerdasan membaca melalui gerakan cinta baca, “Indonesia Membaca”.

Program taman bacaan ini juga sejalan dengan nawacita pemerintah melalui pembangunan Indonesia di pedalaman atau perbatasan. Gerakan ini diutamakan dengan membangun “Seribu Taman Bacaan Masyarakat di Seluruh Indonesia”.

Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami mengatakan rendahnya peringkat literasi di Indonesia perlu ditingkatkan melalui berbagai cara. Diantaranya dengan membangun taman bacaan di daerah–daerah agar generasi muda bisa memiliki pengetahuan yang luas.

“Beberapa waktu lalu, Central Connecticut State University di Amerika Serikat merilis peringkat literasi di berbagai negara, dan Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara dengan peringkat literasi terbaik. Peringkat Indonesia hanya satu tingkat di atas Botswana, sebuah negara di kawasan Afrika bagian selatan,” katanya. Hal ini membuat pihaknya miris dan tergerak membantu pemerintah meningkatkan peringkat literasi Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat cenderung lebih suka menonton daripada membaca. Hal tersebut yang memperparah tingkat literasi di dunia. Padahal, semakin baik tingkat literasi suatu bangsa, hal itu bisa mendorong kemajuan perekonomian bangsa tersebut.

Adapun warga yang menerima manfaat dari program taman bacaan yang didirikan bekerjasama dengan PT Balai Pustaka ini adalah warga Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang dan warga Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Taman bacaan yang berlokasi di Balai Desa Klepu dan Lembaga Pendidikan Ma’Arif – MI AL – Mustajab Kelurahan Pringapus ini akan dikelola oleh para guru dan masyarakat sekitar. (dna/ric)