Pengembang Diversifikasi Produk

129

SEMARANG – Sejumlah pengembang mulai melakukan diversifikasi produk. Hal tersebut sebagai salah satu upaya dalam menggenjot penjualan yang cukup lesu di tahun ini.

Ketua Pameran Property Expo Dibya K Hidayat mengatakan, pasar properti tahun ini tumbuh melambat bila dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari jumlah unit rumah yang terjual dalam beberapa pameran yang digelar.

“Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, tahun ini jauh lebih rendah. Tahun lalu akhir September penjualan sudah mencapai 90 persen target, tahun ini baru sekitar 70 persen. Beberapa kali pameran penjualan juga sangat jeblok. Jadi penurunan memang sangat terasa,” ujarnya di sela pembukaan Property Semarang Expo #8, Jumat (13/10).

Oleh karena itu, banyak pengembang yang kini mulai menyesuaikan terhadap serapan pasar. Produk dengan kelas yang cukup rendah tak lagi terlalu banyak dibangun, bergeser ke produk dengan pasar yang banyak diminati.

“Banyak pengembang yang membuat diversifikasi produk di kelas-kelas yang market-nya lebih tebal, yaitu hunian dengan rentang harga antara Rp 300 juta hingga Rp 700 juta. Kalau kelas yang diatasnya untuk ke produk di kelas ini berarti dibangun dengan tanah dan bangunan yang lebih kecil. Dengan luas dan tipe disesuaikan, biasanya mulai dari tipe 36,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan juga ada dukungan dari perbankan terkait suku bunga dan kemudahan dalam pengurusan Kredit Perumahan Rakyat (KPR). “Harus ada dukungan dari perbankan, karena 90 persen lebih pembeli properti di Semarang transaksinya menggunakan KPR,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Property Semarang Expo #8 yang berlangsung di Mal Ciputra sejak 12 – 23 Oktober mendatang ini diikuti oleh sebanyak 18 pengembang perumahan dan dua stan pendukung. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here