Hendi Siapkan Sanksi Tegas untuk Camat

169

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menyiapkan sanksi tegas bagi camat dan lurah yang tidak bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. Utamanya jika terbukti melakukan pungutan liar (pungli).

“Batasannya diantaranya jika para camat memainkan uang rakyat, melakukan pungutan liar, atau bahkan melakukan aktivitas yang merugikan negara, Sanksinya akan diberhentikan jadi camat atau lurah,” tegas Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, usai menghadiri penutupan Rapat Koordinasi Nasional Camat Wilayah Indonesia Timur dan Jawa Tengah di Crowne Hotel Semarang, Kamis (12/10).

Selama ini Pemkot Semarang sangat peduli dengan keberadaan camat karena peran camat dianggap sangat besar sebagai pemimpin territorial di tingkat kecamatan. Mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga penyerahan wewenang untuk pengelolaan dana peningkatan pembangunan dari hasil usulan musrenbang. “Harapannya mereka lebih  fokus dalam mengelola pembangunan di wilayahnya serta dapat mengurangi load urusan dinas,” imbuhnya.

Sementara menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang memberikan pengarahan malam itu, bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan daerah harus efektif dan efesien dalam rangka memperkuat otonomi daerah guna mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Bagaimana camat menjaga stabilitas wilayahnya. Camat tidak bisa bekerja sendiri melainkan senantiasa bekerja sama dan berkoordinasi dengan lurah dan aparaturnya, Babinsa, Koramil, tokoh agama, dan tokoh masyarkat yang menjadi bagian dalam setiap pengambilan keputusan bagi camat,” tambah Mendagri.

Cahyo Kumolo juga meminta adanya sinergi, komunikasi, dan sinkronisasi yang baik dengan kecamatan tetangga. “Bagaimana ketika penduduk padat dengan tetapi jaraknya jauh itu bisa mengusulkan puskesmas pembantu, SD, SMP, dan SMA karena ketimpangan sosial masyarakat sumbernya adalah kesehatan, sehingga harus cermat,” tandasnya.

Ia juga berpendapat bahwa sebagai camat harus memiliki imajinasi dan impian. “Dengan imajinasi dan impian maka camat akan mempunyai konsep dan gagasan sehingga pada akhirnya memiliki keberanian untuk menggerakkan organisasi secara dinamis karena memiliki pemikiran jauh kedepan atau visioner,” pungkasnya. (zal)