FUN TUBING: Menikmati sensasi fun tubing di Sungai Muncul menggunakan ban merupakan salah satu destinasi wisata yang diunggulkan Desa Rowoboni. Rencananya, wisata air ini akan dikemas dalam paket wisata dengan kesenian musik lesung (DOKUMENTASI DESA ROWOBONI).
FUN TUBING: Menikmati sensasi fun tubing di Sungai Muncul menggunakan ban merupakan salah satu destinasi wisata yang diunggulkan Desa Rowoboni. Rencananya, wisata air ini akan dikemas dalam paket wisata dengan kesenian musik lesung (DOKUMENTASI DESA ROWOBONI).

DESA Rowoboni sangat bangga dengan kebudayaan yang dimiliki, yakni kesenian lesung. Tidak ingin kebudayaannya hilang ditelan zaman, Kades Rowoboni, Agus Salim, berupaya untuk terus melestarikannya.

Menyesuaikan dengan tuntutan zaman, kesenian yang menggunakan lesung tradisional sebagai alat utama ini dimodifikasi dengan memberikan sentuhan modern. Beberapa alat musik kontemporer disandingkan untuk menciptakan harmoni yang indah.

“Lagu-lagunya biasanya Jawa. Tapi sudah dikolaborasikan dengan alat musik modern. Karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Meskipun pemainnya ibu-ibu yang sudah sepuh,” ujar Agus Salim kepada Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya sembari menambahkan bahwa sudah ada beberapa anak muda yang mulai peduli dengan kesenian ini.

Untuk lebih membumikan kesenian traditional ini, Agus Salim selalu menghadirkan pertunjukan musik lesung pada setiap gelaran yang diadakan oleh desa. Bahkan, kehadiran kesenian ini sudah hampir menjadi kewajiban di acara-acara desa.

Tidak hanya di desa sendiri, kesenian ini bahkan sudah tampil pada event Gantole Internasional di Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu. “Rencananya kesenian ini akan diundang untuk tampil di Bandung pada event yang sama,” jelasnya bangga.

Dengan menjaga kesenian ini, selain ingin melestarikan kebudayaan daerah Agus juga berharap dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Rowoboni. Agus ingin menggabungkan kesenian tradisional dengan potensi unggulan Rowoboni ke dalam satu paket wisata. Salah satunya wisata fun tubing atau meluncur bebas dengan ban mobil di Sungai Muncul.

Sementara itu, fokus pada kesenian tidak menjadikan Pemerintah Desa Rowoboni melupakan aspek penting lain di masyarakat. Demi menjaga kesehatan warga, tahun ini Desa Rowoboni juga sedang menggalakkan jambanisasi di wilayahnya. “Ini demi terciptanya pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat,” katanya.  (cr4/aro)